SAKA DAWA (Skt. Vaiśākha; Ind.: Waisak; Tib.: ས་ག་ཟླ་བ་ Saga Dawa) memperingati kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan parinirvana Buddha Sakyamuni. Saka Dawa adalah salah satu dalam 4 momen penting yang dirayakan alam Buddhisme Tibet.
Buddha Sakyamuni lahir di Taman Lumbini, Nepal. Beliau lahir sebagai seorang pangeran bernama Siddharta Gautama. Beliau lahir di keluarga Sakya, bangsawan terhormat. Ratu Mayadewi adalah ibunya. Raja Suddhodana adalah ayahnya.
Setelah mengalahkan mara yang terus mengganggunya, Pangeran menyentuh bumi dengan tangan kanannya dan memanggil Dewi Bumi sebagai saksi akan pencerahannya. Buddha mencapai penerangan sempurna pada usia 35 tahun di bawah pohon Bodhi di Bodhgaya pada malam bulan purnama. Para Buddha dari sepuluh penjuru datang memberi penghormatan kepadanya
Saat umurnya yang ke-80, Buddha menjelaskan kepada muridnya, Yang Mulia Ananda, bahwa beliau telah mencapai hari-hari terakhir masa hidupnya. Buddha pergi ke Kushinagar pada bulan purnama, berbaring pada sisi kanannya dengan punggung menghadap ke Utara. Setelah memberikan ajaran terakhirnya kepada murid-muridnya, beliau memasuki parinirvana melampaui pertentangan samsara dan nirwana. Beliau meninggalkan relik yang dibagi menjadi delapan dan ditempatkan di delapan stupa besar.
Baca: 12 Aktivitas Agung Buddha
Pada bulan Saka Dawa, seseorang harus berhati-hati dalam pikiran, ucapan, dan tindakannya. Karma baik dan buruk yang dilakukan di momen ini diyakini akan berlipat ganda. Dikatakan dalam kitab Vinaya, karma aktivitas bajik kita akan berlipat ganda 100 juta kali.
Mengingat betapa berharga dan langkanya kesempatan ini, Kadam Choeling Indonesia mengadakan kegiatan akumulasi kebajikan & purifikasi ketidakbajikan dalam rangkaian kegiatan ‘Bulan Bajik Waisak’ setiap tahunnya. Kegiatan yang dilakukan, antara lain:
Dapatkan panduan merayakan Bulan Bajik Waisak bersama teman-teman se-Dharma, bersama keluarga besar KCI!