Dzamling Chisang

Dzamling Chisang

DZAMLING CHISANG (Tib.: འཛམ་གླིང་སྤྱི་བསང་) adalah hari persembahan doa universal dengan penyalaan sang (atau dupa) dan pemasangan lungta (bendera doa) kepada Pelindung Dharma (Dharmapala) lokal. Dalam perayaan ini kita berdoa agar dunia menjadi tempat yang lebih baik, penuh kedamaian, bebas dari konflik dan halangan untuk melakukan kebajikan agar Buddhadharma tetap lestari.

Dalam perayaan ini kita berdoa di Biara Malang

Sejarah Dzamling Chisang

Biara Buddhis pertama di Tibet, yaitu Biara Samye dibangun pada abad VIII oleh Acharya Santarakshita dan Padmasambhava dengan didukung oleh Raja Trisong Detsen. Ini merupakan tonggak sejarah penting pelestarian dan penyebaran Buddhadharma khususnya silsilah Biara Nalanda.

Sesaat setelah Biara Samye selesai dibangun, Raja Trisong Detsen beserta seluruh umat Buddha Tibet melakukan doa dan puja persembahan asap di gunung Hepo-Ri kepada para dewa yang dianggap telah ikut berjasa dalam melancarkan pembangunan biara tersebut.

Oleh karena itu, peringatan Dzamling Chisang merupakan peringatan yang sangat penting yang menandai kelangsungan tradisi intelektual Biara Universitas Nalanda yang terjaga hingga hari ini.

Sejarah Dzamling Chisang

Dzamling Chisang juga dirayakan di Indonesia. Bukan sekedar meneruskan tradisi peringatan berdirinya biara pertama di Tibet, melainkan bangsa Indonesia memang memiliki alasan yang sama kuatnya untuk merayakan Dzamling Chisang.

Bangsa Indonesia sendiri mempunyai karma bajik yang sangat besar sehingga di negara yang mayoritas penduduknya bukanlah umat Buddhis ini, telah berdiri suatu biara Buddhis pertama yang mewarisi tradisi intelektual dan spiritual Nalanda, yakni Biara Indonesia Tuṣita Vivaraṇācaraṇa Vijayāśraya.

Selain itu, jika silsilah ajaran ini dilacak, maka biara ini juga mempunyai silsilah yang berasal dari seorang guru besar Buddhis zaman kerajaan Sriwijaya, yakni Guru Suwarnadwipa Dharmakirti.

Dalam perayaan ini kita berdoa di Biara Malang

Perayaan Dzamling Chisang

Di Biara Indonesia Tuṣita Vivaraṇācaraṇa Vijayāśraya

Perayaan Dzamling Chisang di Biara biasanya dilakukan di Tugu Je Rinpoche, puncak tertinggi di biara yang juga merupakan bangunan pertama yang didirikan di kompleks monastik. Sangha dan para praktisi di Biara melakukan persembahan asap untuk mempurifikasi berbagai penghalang yang ada bagi perkembangan ajaran Buddhadharma dan kesejahteraan bangsa Indonesia

Dalam perayaan ini kita berdoa di Biara Malang

Di rumah masing-masing

Kita semua bisa membakar sang (ranting & rumput ritual) atau dupa, serta memasang lungta (bendera doa) di atas pintu atau di tempat tinggi dengan membacakan bait doa-doa di pagi hari.

Dalam perayaan ini kita berdoa di Biara Malang
Dalam perayaan ini kita berdoa di Biara Malang

Lungta dapat dipesan di sini.
Teks Pemasangan Lungta dapat diakses di sini.

Manfaat Merayakan Dzamling Chisang

Semoga asap dupa dan bendera doa yang dipersembahkan ini dapat terbawa oleh angin dan menyebarkan berkahnya ke seluruh penjuru dunia agar dunia menjadi tempat yang lebih baik, penuh kedamaian, bebas dari konflik dan halangan untuk melakukan kebajikan.

BULAN BAJIK WAISAK

Dapatkan panduan merayakan Bulan Bajik Waisak bersama teman-teman se-Dharma, bersama keluarga besar KCI!

Peristiwa Penting Buddha lainnya

Share