Kadam Choeling Indonesia adalah sebuah pusat pembelajaran Buddhadharma yang berfokus pada ajaran Bodhicitta (batin altruistik) warisan Guru Suwarnadwipa Dharmakirti dari Sriwijaya.
Di sini, kita berjuang bersama setahap demi setahap mentransformasi cara pandang—dari yang awalnya hanya mementingkan diri sendiri menjadi memikirkan lebih banyak banyak makhluk—sehingga kebahagiaan dapat hadir bagi diri kita dan semua makhluk.
Nama Kadam Choeling diberikan secara langsung oleh Guru akar kami, Guru Dagpo Rinpoche.
Kadam adalah salah satu tradisi Buddhis yang didirikan oleh seorang pandit agung Nalanda, Guru Atisha Dipankara Srijnana (982–1054) bersama muridnya, Dromtonpa (1005–1064).
Pengikut tradisi Kadam ini disebut Kadampa, yang berarti mereka yang memandang ajaran Sang Buddha sebagai instruksi pribadi untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Choe berarti Dharma yang diajarkan Buddha, sedangkan Ling berarti pusat atau tempat.
Dengan demikian, Kadam Choeling adalah pusat penyebaran ajaran Buddha Sakyamuni dari tradisi Kadam.
“Mempelajari Buddhadharma yang altruistik (Bodhicitta) dan mengaktualisasikannya dengan semangat nasionalisme untuk berkontribusi dalam bidang seni dan pelestarian budaya, humaniora, pendidikan, dan lingkungan hidup dalam khazanah kebesaran Nusantara.”
—Visi KCI (Hasil Kongres KCI 14–16 Desember 2007
Seorang biksu muda beraspirasi untuk mengembalikan kembali ajaran Buddhis Nusantara yang telah lama hilang.
Indonesia pernah menjadi pusat belajar Buddhis yang terkenal di dunia. Salah satu ajaran yang dicari bahkan oleh Guru-Guru besar dari Nalanda adalah ajaran ‘Terima Kasih’. Ajaran tentang Bodhicitta ini kemudian dibawa dan dilestarikan di Tibet. Beruntungnya, seorang Guru yang memegang silsilah ajaran ini diundang mengajar ke Indonesia.
Suhu Bhadra Ruci bersama sekelompok mahasiswa kemudian bertemu dengan ajaran ini. Menyadari betapa berharganya ajaran warisan Nusantara ini, mereka membentuk sebuah Dharma Center yang mempelajari ajaran ini secara serius.
Pada 5 Februari 2001, didirikanlah Dharma Center Kadam Choeling. Dharma Center ini melakukan berbagai upaya, seperti mengundang Guru Dagpo Rinpoche ke Indonesia, menerjemahkan dan menerbitkan berbagai teks Dharma, dll.
Komunitas ini menarik semakin banyak orang untuk belajar Dharma. Bahkan beberapa orang meminta ditahbiskan menjadi anggota Sangha. Pada tahun 2010, Sangha yang mewarisi tradisi Mulasarvastivada pun terbentuk.
Setelahnya, perjuangan terus berlanjut. Mulai dari pendirian berbagai yayasan untuk melanjutkan perjuangan, pendirian Dharma Center di berbagai kota, pembangunan biara, dan lainnya.
Perjalanan untuk mengembalikan ajaran Buddha Nusantara terus berlanjut. KCI tengah membentuk ekosistem spiritual untuk menjaga kelestarian Dharma di Nusantara hingga ratusan tahun mendatang.
KCI terus mencari para pejuang yang ingin serius berjuang untuk mengembangkan batin, khususnya mempelajari ajaran ‘Terima Kasih’. Sekarang para pejuang ini berkumpul di Dharma Center KCI yang tersebar di bebagai kota di Indonesia.
Program pembelajaran Dharma, retret Sutra dan Tantra yang berkesinambungan juga sudah diikuti oleh banyak orang dari berbagai kota.
Sebagian pejuang ini mengambil jalan sebagai perumah tangga dan sebagian yang lain mengambil jalan menggunakan jubah (monastik). Kini, anggota Sangha sudah mencapai 30 orang dan masih akan terus bertambah.
Di tanah seluas 25 hektar di Kabupaten Malang, Jawa Timur telah berdiri juga Biara Indonesia Tusita Vivaranacarana Vijayasraya yang merupakan institusi monastik Sutra dan Tantra pertama di Asia Tenggara.
Program-program dan instansi lainnya untuk mendukung perkembangan spiritual juga terus dibangun. Bukan hanya program yang bersifat spiritual saja, KCI juga berusaha menunjang kehidupan duniawi para anggotanya.
Berpraktik Dharma adalah tentang bagaimana kita mengurangi emosi dan pikiran negatif sekaligus mengembangkan pikiran positif. Peningkatan kapasitas diri ini adalah wajib, tidak bisa ditawar lagi. Selangkah demi selangkah, kita akan melatih diri meraih tujuan akhir kita, yaitu Kebuddhaan.
Sendiri itu sulit, bersama-sama lebih mudah. Dalam menapaki perjalanan spiritual, kita butuh komunitas untuk saling mengingatkan ketika lengah dan saling mendukung ketika menghadapi kesulitan.
Lewat perpanjangan tangan Suhu Bhadra Ruci, hadirlah Manajemen KCI—wadah yang diciptakan agar sahabat komunitas merasa aman, nyaman, dan didukung penuh dalam menapaki jalan spiritual.
Ingin berkunjung ke Dharma Center KCI,
atau ingin belajar lebih dalam?