Tujuan utama dari ajaran ini adalah untuk mendisiplinkan dan mengubah batin. Teks-teks ini bersumber dari Sutra dan ajaran Buddha lainnya, namun keutamaan khususnya adalah bahwa teks-teks tersebut menyampaikan pemikiran Buddha dalam format yang mudah diterapkan dalam praktik nyata.
–Y.M.S. Dalai Lama XIV
Lamrim adalah rangkuman seluruh intisari ajaran Buddha yang disusun secara bertahap dan sistematis sehingga mudah untuk dipelajari dan dipraktikkan. Lamrim menuntun setiap orang untuk mengembangkan batin dan mencapai kualitas spiritual hingga meraih pencerahan sempurna seperti seorang Buddha. Untuk itu, Lamrim juga disebut dengan Tahapan Jalan Menuju Pencerahan.
“Karena ajaran ini menggabungkan intisari semua kitab tanpa terkecuali; mengajarkannya kepada yang lain, mendengarkan, merenungkannya, bahkan untuk satu periode singkat, pasti akan memungkinkanmu memperoleh manfaat atau kebajikan dan lainnya, yang sama besarnya dengan mengajarkan dan mendengarkan semua Dharma suci.”
–Je Tsongkhapa
Lamrim ibarat kunci yang membuka pintu tak terhingga banyaknya kitab suci Buddhis. Mengajarkan, mempelajari, mendengarkan, atau merenungkan instruksi Lamrim/Tahapan Jalan Menuju Pencerahan setara dengan mengajarkan, mempelajari, mendengarkan, atau merenungkan semua isi dan makna kitab Buddhis (Tripitaka) beserta ulasan-ulasannya.
1
Instruksi ini dimulai dengan membangkitkan keyakinan kepada Guru Spiritual yang akan mengantarkan kita menuju pencerahan. Berbakti (bertumpu) kepada Guru Spiritual adalah akar dari Sang Jalan sekaligus dasar dari semua kebajikan.
2
Kita perlu menyadari bahwa kelahiran manusia ini sangat berharga sekaligus juga sangat langka. Dengan mengerti betapa sulit mendapatkannya dan betapa penting artinya, kita perlu berjuang siang dan malam untuk memanfaatkan kelahiran ini.
3
Bagaikan gelembung udara di permukaan air, kelahiran manusia berharga dan langka yang kita miliki sangatlah rapuh. Kita bisa mati kapan saja dengan membawa karma baik dan karma buruk yang kita miliki.
4
Setelah meninggal, kemungkinan besar kita akan terlahir di alam rendah. Tersiksa dengan berbagai penderitaan tak tertahankan, kita tidak memiliki kesempatan untuk mempraktikkan Dharma. Untuk itu, hindarilah kesalahan sekecil apapun dan kumpulkanlah himpunan kebajikan yang lengkap.
5
Menyadari begitu menakutkannya kematian dan penderitaan alam rendah serta keyakinan bahwa Triratna (Buddha, Dharma, dan Sangha) memiliki kualitas yang dapat melindungi kita dari penderitaan-penderitaan yang mengerikan tersebut, kita mengambil perlindungan kepada Triratna.
6
Bagaikan bayangan diri kita sendiri, karma baik dan karma buruk selalu mengikuti diri kita. Dengan membangkitkan keyakinan terhadap karma dan akibat yang ditimbulkan, kita berupaya menghimpun kebajikan dan menghindari ketidakbajikan.
7
Selama mengembara di samsara, kita akan selalu mengalami penderitaan. Penderitaan di alam tinggi diumpamakan seperti kondisi seorang tahanan yang dikurangi beban hukumannya untuk sementara waktu berkat bantuan orang-orang berpengaruh, namun tetap akan dijatuhi hukuman mati di waktu mendatang.
8
Jika ingin mengakhiri penderitaan kita di masa mendatang sepenuhnya, kita harus membebaskan diri kita dari samsara secara permanen. Untuk mencapai hal tersebut, pertama-tama kita harus membangkitkan sikap penolakan samsara dan aspirasi untuk pembebasan.
9
Tanpa Bodhicitta, apa pun kebijaksanaan luar biasa dan kemampuan gaib yang kita capai, takkan bisa mengantarkan kita untuk memperjuangkan kebahagiaan makhluk lain. Paling jauh, kita hanya dapat mencapai sebagian kebahagiaan diri kita saja.
10
Setelah merealisasikan Bodhicitta secara spontan, seseorang baru bisa dikatakan telah memasuki Jalan Bodhisattva. Untuk berlatih dalam praktik Bodhisattva secara umum, praktisi tersebut harus melatih diri menghimpun enam paramita.
11
Batin kita penuh dengan pikiran liar yang menghalangi persepsi kita. Untuk mendapatkan batin yang tenang, kita perlu memfokuskan batin pada suatu objek, mendisiplinkan batin, menjadikan batin damai dan tenang, hingga akhirnya mencapai konsentrasi terpusat dan penyerapan.
12
Selanjutnya, kita dapat membangun pandangan yang mendalam. Kita memeditasikan tentang kesunyataan dari fenomena bahwa tidak ada sesuatu eksistensi yang berdiri sendiri, yang murni, independen. Realisasi atas kesunyataan ini adalah penawar (antidote) bagi semua klesha kita
13
Jalan cepat ini dapat mengubah tiga racun (lobha, dosa, moha; Sans: rāga, dveṣa, moha) menjadi unsur Jalan. Untuk memasuki jalan ini, seseorang harus memenuhi persyaratan, seperti telah memahami Tahapan Jalan dari Sutrayana, telah benar-benar membangkitkan Bodhicitta, dan memperoleh seorang Guru yang memenuhi syarat.
“Kukembalikan ajaran ini untuk Indonesia.
Upayamulah yang menentukan kelanjutannya.”
–Guru Dagpo Rinpoche
Tradisi Lamrim melestarikan ajaran Sang Buddha Sakyamuni melalui sebuah garis Silsilah Emas yang tak terputus dari Buddha Sakyamuni sendiri lalu diteruskan kepada para Guru-Guru dari zaman dahulu sampai dengan sekarang.
Teks Lamrim pertama, yaitu “Pelita Sang Jalan Menuju Pencerahan” (Skt.: Bodhipathapradīpa) ditulis oleh Guru Atisha Dipamkara Srijnana, seorang pandita agung dari Nalanda. Beliau merangkum seluruh ajaran Buddha yang begitu banyak ke dalam 40 bait ajaran.
Lamrim memiliki hubungan sejarah yang sangat kuat dengan Indonesia karena cendekiawan tersohor dari India, Guru Atisha pernah tinggal dan belajar selama 12 tahun dengan Guru Akar beliau, yaitu Guru Suwarnadwipa Dharmakirti dari Sriwijaya. Setelah menyelesaikan semua pembelajarannya, beliau kembali ke India dan setelahnya diundang ke Tibet. Untuk memudahkan orang Tibet mempelajari Dharma, beliau kemudian menyusun teks “Pelita Sang Jalan Menuju Pencerahan”.
Ajaran Lamrim ini kemudian diwariskan secara turun temurun. Para Guru besar seperti Je Tsongkhapa dan Dalai Lama pun kemudian memberikan penjelasan terhadap teks akar Lamrim ini.
| Jangka pendek & menengah | Jangka panjang |
|---|---|
| Kita dapat mengakhiri penderitaan dan meraih kebahagiaan. | Kita dapat mencapai pencerahan lengkap sempurna seorang Buddha agar bisa menolong semua makhluk mengakhiri derita mereka sekaligus menuntun mereka pada kebahagiaan. |
Setelah dipelajari, Lamrim juga perlu direnungkan dan dibiasakan dalam batin sehingga pemahaman akan muncul. Pemahaman tersebut dapat kita praktikkan dalam keseharian. Mengaitkan kehidupan sehari-hari dengan Lamrim seperti ini secara terus-menerus akan semakin memperkuat praktik Lamrim itu sendiri.
Sesungguhnya, apa pun yang kita hadapi bisa memperkuat pemahaman kita terhadap jalan spiritual. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.
Terdapat 1 teks akar, 9 risalah agung Lamrim, dan beberapa risalah tambahan yang wajib dipelajari:
Luangkan 1-2 jam seminggu untuk mempalajari intisari Buddhadharma bersama teman-teman seperjuangan dengan pengajar yang seru.