Lamrim

Tujuan utama dari ajaran ini adalah untuk mendisiplinkan dan mengubah batin. Teks-teks ini bersumber dari Sutra dan ajaran Buddha lainnya, namun keutamaan khususnya adalah bahwa teks-teks tersebut menyampaikan pemikiran Buddha dalam format yang mudah diterapkan dalam praktik nyata.

–Y.M.S. Dalai Lama XIV

Apa itu Lamrim?

Lamrim adalah rangkuman seluruh intisari ajaran Buddha yang disusun secara bertahap dan sistematis sehingga mudah untuk dipelajari dan dipraktikkan. Lamrim menuntun setiap orang untuk mengembangkan batin dan mencapai kualitas spiritual hingga meraih pencerahan sempurna seperti seorang Buddha. Untuk itu, Lamrim juga disebut dengan Tahapan Jalan Menuju Pencerahan.

Lamrim, Intisari seluruh Tripitaka

Lamrim, Intisari seluruh Tripitaka

“Karena ajaran ini menggabungkan intisari semua kitab tanpa terkecuali; mengajarkannya kepada yang lain, mendengarkan, merenungkannya, bahkan untuk satu periode singkat, pasti akan memungkinkanmu memperoleh manfaat atau kebajikan dan lainnya, yang sama besarnya dengan mengajarkan dan mendengarkan semua Dharma suci.”

–Je Tsongkhapa

Lamrim ibarat kunci yang membuka pintu tak terhingga banyaknya kitab suci Buddhis. Mengajarkan, mempelajari, mendengarkan, atau merenungkan instruksi Lamrim/Tahapan Jalan Menuju Pencerahan setara dengan mengajarkan, mempelajari, mendengarkan, atau merenungkan semua isi dan makna kitab Buddhis (Tripitaka) beserta ulasan-ulasannya.

Topik-Topik Lamrim/Tahapan Jalan Menuju Pencerahan

1

Berbakti (Bertumpu) kepada Guru

Instruksi ini dimulai dengan membangkitkan keyakinan kepada Guru Spiritual yang akan mengantarkan kita menuju pencerahan. Berbakti (bertumpu) kepada Guru Spiritual adalah akar dari Sang Jalan sekaligus dasar dari semua kebajikan.

2

Kelahiran sebagai Manusia yang Berharga

Kita perlu menyadari bahwa kelahiran manusia ini sangat berharga sekaligus juga sangat langka. Dengan mengerti betapa sulit mendapatkannya dan betapa penting artinya, kita perlu berjuang siang dan malam untuk memanfaatkan kelahiran ini.

3

Kematian dan Ketidakkekalan

Bagaikan gelembung udara di permukaan air, kelahiran manusia berharga dan langka yang kita miliki sangatlah rapuh. Kita bisa mati kapan saja dengan membawa karma baik dan karma buruk yang kita miliki.

4

Penderitaan di Alam-Alam Rendah

Setelah meninggal, kemungkinan besar kita akan terlahir di alam rendah. Tersiksa dengan berbagai penderitaan tak tertahankan, kita tidak memiliki kesempatan untuk mempraktikkan Dharma. Untuk itu, hindarilah kesalahan sekecil apapun dan kumpulkanlah himpunan kebajikan yang lengkap.

5

Berlindung kepada Triratna, Gerbang Suci Memasuki Ajaran

Menyadari begitu menakutkannya kematian dan penderitaan alam rendah serta keyakinan bahwa Triratna (Buddha, Dharma, dan Sangha) memiliki kualitas yang dapat melindungi kita dari penderitaan-penderitaan yang mengerikan tersebut, kita mengambil perlindungan kepada Triratna.

6

Hukum Tindakan dan Hasil (Karma)

Bagaikan bayangan diri kita sendiri, karma baik dan karma buruk selalu mengikuti diri kita. Dengan membangkitkan keyakinan terhadap karma dan akibat yang ditimbulkan, kita berupaya menghimpun kebajikan dan menghindari ketidakbajikan.

7

Penderitaan Alam-Alam Tinggi

Selama mengembara di samsara, kita akan selalu mengalami penderitaan. Penderitaan di alam tinggi diumpamakan seperti kondisi seorang tahanan yang dikurangi beban hukumannya untuk sementara waktu berkat bantuan orang-orang berpengaruh, namun tetap akan dijatuhi hukuman mati di waktu mendatang.

8

Proses Samsara dan Pembebasan

Jika ingin mengakhiri penderitaan kita di masa mendatang sepenuhnya, kita harus membebaskan diri kita dari samsara secara permanen. Untuk mencapai hal tersebut, pertama-tama kita harus membangkitkan sikap penolakan samsara dan aspirasi untuk pembebasan.

9

Pengembangan Bodhicitta

Tanpa Bodhicitta, apa pun kebijaksanaan luar biasa dan kemampuan gaib yang kita capai, takkan bisa mengantarkan kita untuk memperjuangkan kebahagiaan makhluk lain. Paling jauh, kita hanya dapat mencapai sebagian kebahagiaan diri kita saja.

10

Enam Paramita

Setelah merealisasikan Bodhicitta secara spontan, seseorang baru bisa dikatakan telah memasuki Jalan Bodhisattva. Untuk berlatih dalam praktik Bodhisattva secara umum, praktisi tersebut harus melatih diri menghimpun enam paramita.

11

Meditasi Ketenangan (Samatha, Sans: Śamatha)

Batin kita penuh dengan pikiran liar yang menghalangi persepsi kita. Untuk mendapatkan batin yang tenang, kita perlu memfokuskan batin pada suatu objek, mendisiplinkan batin, menjadikan batin damai dan tenang, hingga akhirnya mencapai konsentrasi terpusat dan penyerapan.

12

Meditasi Pandangan Mendalam (Vipassana, Sans: Vipashyanā)

Selanjutnya, kita dapat membangun pandangan yang mendalam. Kita memeditasikan tentang kesunyataan dari fenomena bahwa tidak ada sesuatu eksistensi yang berdiri sendiri, yang murni, independen. Realisasi atas kesunyataan ini adalah penawar (antidote) bagi semua klesha kita

13

Kendaraan Kilat (Vajrayana, Sans: Vajrayāna)

Jalan cepat ini dapat mengubah tiga racun (lobha, dosa, moha; Sans: rāga, dveṣa, moha) menjadi unsur Jalan. Untuk memasuki jalan ini, seseorang harus memenuhi persyaratan, seperti telah memahami Tahapan Jalan dari Sutrayana, telah benar-benar membangkitkan Bodhicitta, dan memperoleh seorang Guru yang memenuhi syarat.

Asal-usul Lamrim

“Kukembalikan ajaran ini untuk Indonesia.
Upayamulah yang menentukan kelanjutannya.”

–Guru Dagpo Rinpoche

Tradisi Lamrim melestarikan ajaran Sang Buddha Sakyamuni melalui sebuah garis Silsilah Emas yang tak terputus dari Buddha Sakyamuni sendiri lalu diteruskan kepada para Guru-Guru dari zaman dahulu sampai dengan sekarang.

Teks Lamrim pertama, yaitu “Pelita Sang Jalan Menuju Pencerahan” (Skt.: Bodhipathapradīpa) ditulis oleh Guru Atisha Dipamkara Srijnana, seorang pandita agung dari Nalanda. Beliau merangkum seluruh ajaran Buddha yang begitu banyak ke dalam 40 bait ajaran.

Lamrim memiliki hubungan sejarah yang sangat kuat dengan Indonesia karena cendekiawan tersohor dari India, Guru Atisha pernah tinggal dan belajar selama 12 tahun dengan Guru Akar beliau, yaitu Guru Suwarnadwipa Dharmakirti dari Sriwijaya. Setelah menyelesaikan semua pembelajarannya, beliau kembali ke India dan setelahnya diundang ke Tibet. Untuk memudahkan orang Tibet mempelajari Dharma, beliau kemudian menyusun teks “Pelita Sang Jalan Menuju Pencerahan”.

Ajaran Lamrim ini kemudian diwariskan secara turun temurun. Para Guru besar seperti Je Tsongkhapa dan Dalai Lama pun kemudian memberikan penjelasan terhadap teks akar Lamrim ini.

Apa tujuan mempraktikkan Lamrim?

Jangka pendek & menengah Jangka panjang
Kita dapat mengakhiri penderitaan dan meraih kebahagiaan. Kita dapat mencapai pencerahan lengkap sempurna seorang Buddha agar bisa menolong semua makhluk mengakhiri derita mereka sekaligus menuntun mereka pada kebahagiaan.

Bagaimana cara menerapkan Lamrim dalam keseharian?

Setelah dipelajari, Lamrim juga perlu direnungkan dan dibiasakan dalam batin sehingga pemahaman akan muncul. Pemahaman tersebut dapat kita praktikkan dalam keseharian. Mengaitkan kehidupan sehari-hari dengan Lamrim seperti ini secara terus-menerus akan semakin memperkuat praktik Lamrim itu sendiri.

Sesungguhnya, apa pun yang kita hadapi bisa memperkuat pemahaman kita terhadap jalan spiritual. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.

  1. Ketika dihadapkan dengan permasalahan, kita bisa memahami bahwa permasalahan ini timbul karena kita masih berada dalam samsara sehingga kita perlu memecut diri untuk memurnikan karma negatif dan mengumpulkan karma baik.
  2. Ketika hal baik datang, kita bisa merenungkannya bahwa hal tersebut adalah buah dari karma baik sehingga memperkuat keyakinan kita terhadap karma dan akibat-akibatnya.
  3. Jika seseorang mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, kita bisa mengendalikan reaksi diri agar tidak marah dengan merenungkan bahwa hal buruk ini datang karena buah karma buruk kita sehingga kita harus berhati-hati ketika hendak menciptakan karma buruk agar tidak mengalami kejadian serupa.

Teks-teks Lamrim

Terdapat 1 teks akar, 9 risalah agung Lamrim, dan beberapa risalah tambahan yang wajib dipelajari:

Teks Akar
9 Risalah Agung
  1. Risalah Agung Tahapan Jalan Menuju Pencerahan (Lamrim Chenmo) oleh Je Tsongkhapa
  2. Lamrim Menengah oleh Je Tsongkhapa
  3. Baris-baris Pengalaman oleh Je Tsongkhapa
  4. Esensi Emas yang dimurnikan oleh Y.M.S. Dalai Lama III, Sonam Gyatso
  5. Jalan Mudah oleh Panchen Lobsang Chokyi Gyaltsen
  6. Instruksi Lisan Manjugosha oleh Y.M.S. Dalai Lama V, Lobsang Gyatso
  7. Jalan Cepat oleh Panchen Lobsang Yeshe
  8. Gomchen Lamrim oleh Gomchen Ngawang Drakpa
  9. Pembebasan di Tangan Kita oleh Phabongkha Rinpoche
Risalah Tambahan
  1. 3 Aspek Sang Jalan oleh Je Tsongkhapa
  2. Dasar Semua Kebajikan oleh Je Tsongkhapa
  3. Takdir Terpenuhi: Biografi Je Tsongkhapa oleh Je Tsongkhapa
  4. Intisari Amerta oleh Kongpo Lama Yeshe Tsondru
  5. Lamrim Silsilah Selatan oleh Je Gendun Jamyang
  6. Risalah Zhamar Pandita tentang Lamrim oleh Amdo Zhamar IV, Gendung Tenzin Gyatso
  7. Risalah Zhamar Pandita tentang Pandangan Mendalam oleh Amdo Zhamar IV, Gendung Tenzin Gyatso
  8. Garis Besar Lamrim Menengah oleh Je Tsongkhapa
  9. Instruksi Guru yang Berharga oleh Phabongkha Rinpoche
  10. Kunkyen Lamrim oleh Kunkyen Jamyang Shepa

Mari belajar
Lamrim bersama!

Luangkan 1-2 jam seminggu untuk mempalajari intisari Buddhadharma bersama teman-teman seperjuangan dengan pengajar yang seru.

Mari belajar Lamrim bersama!

Back:
Sutra

Next:
Prolam

Share