Persembahan Air

Air adalah sumber kehidupan dan lambang kejernihan, sehingga kita sebenarnya mempersembahkan banyak hal di dalam persembahan air.

—Y.M. Suhu Bhadra Ruci

Persembahan Air

PERSEMBAHAN AIR adalah praktik persembahan dasar yang paling mudah dilakukan. Termasuk ke dalam praktik berdana, mempersembahkan air bisa membantu diri kita menangkal keserakahan, kemelekatan, dan sikap egois yang pada akhirnya dapat mengarahkan kita untuk menumbuhkan Bodhicitta.

Penting melakukan praktik mempersembahkan air ini sebelum mengawali hari. Sebabnya, praktik ini merupakan salah satu jenis persembahan dalam 6 Praktik Pendahuluan (6PP) yang menyatukan semua elemen kunci yang dibutuhkan untuk akumulasi kebajikan dan purifikasi.

6 Praktik Pendahuluan, termasuk persembahan air diajarkan Guru Atisha kepada orang Tibet setelah beliau berguru dengan Guru Suwarnadwipa, Guru Buddhis termasyhur dari Sriwijaya. Ini berarti praktik persembahan air juga merupakan praktik persembahan yang lumrah dipraktikkan di Nusantara tempo dulu. Walau sempat hilang dari bumi Nusantara, untungnya praktik berharga ini diperkenalkan kembali oleh Y.M. Suhu Bhadra Ruci dan dapat dipraktikkan dengan motivasi yang tepat.

Manfaat Persembahan Air

“Sejuk, nikmat, dan ringan.
Lembut, jernih, tanpa bau.
Dan tidak berbahaya bagi tenggorokan maupun perut.
Ini adalah delapan kualitas baik air.”

—Pembebasan di Tangan Kita Jilid I

Mempersembahkan air dengan 8 kualitas di atas dapat memberikan manfaat:

  1. Sejuk menghasilkan moralitas (śīla) murni
  2. Nikmat menghasilkan realisasi cita rasa unggul
  3. Ringan menghasilkan keberdayagunaan (keadaan kenyamanan fisik dan mental yang dicapai melalui praktik konsentrasi terpusat)
  4. Lembut menghasilkan karakter yang lembut
  5. Jernih menghasilkan kecerdasan
  6. Tidak berbau mempurifikasi penghalang-penghalang
  7. Tidak berbahaya bagi perut melindungi seseorang dari penyakit
  8. Tidak berbahaya bagi tenggorokan menghasilkan suara yang merdu

Kisah-Kisah Persembahan Air

Ada beberapa kisah tertulis di berbagai teks terkait persembahan air, mulai dari betapa luar biasanya manfaat persembahan air hingga perjuangan para praktisi Dharma dalam mempersembahkan air.

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa persembahan air adalah praktik yang penting dilakukan. Bahkan, Sang Buddha sendiri sering mencontohkan praktik ini, seperti misalnya Beliau pernah mempersembahkan air kepada seorang Brahmana.

Kisah-kisah lainnya adalah sebagai berikut:

Kisah Dewa Laut Bertanya bercerita tentang manfaat mempersembahkan air walau hanya setelapak tangan kepada Triratna tidak akan pernah rusak selama hitungan kalpa.

Pembantu Wanita yang menjual kemiskinannya kepada Biksu Mahakatyanana bercerita tentang seorang pembantu wanita yang sangat miskin

Jiwaka yang mempersembahkan air menikmati banyak kemudahan materi karena mempersembahkan satu bejana air di kehidupan lampaunya.

Kisah Je Drupkangba Gelek Gyatso, seorang biksu dari Tibet, menunjukkan bahwa keterbatasan materi seharusnya tidak menghalangi untuk membuat persembahan pada Triratna. Beliau tidak memiliki apapun bahkan satu set mangkuk untuk persembahan air sehingga beliau harus bergantian menggunakan mangkuk untuk makan dan mempersembahkan air.

Cara Mempersembahan Air

Peralatan yang diperlukan:

  1. Teko untuk menuang air.
  2. 7 (atau kelipatan 7) mangkuk dengan diameter kira-kira 3-4 inci yang terbuat dari kuningan, perunggu, atau perak. 7 mangkuk melambangkan 7 jenis persembahan.
  3. Ember untuk menampung air yang sudah dipersembahkan.
  4. Kain bersih untuk membersihkan dan mengeringkan mangkuk.

Langkah mempersembahkan air:

  1. Bersihkan ruangan meditasi dan meja altar
  2. Susun perwakilan atau simbol dari tubuh, ucapan, dan batin Buddha
  3. Bangkitkan motivasi agar semua makhluk bisa memperoleh bentuk kelahiran yang baik hingga pada akhirnya bisa mencapai Kebuddhaan
  4. Sadari bahwa kita sedang menyenangkan para Guru dan Buddha dengan mempersembahkan air
  5. Siapkan dan bersihkan mangkuk persembahan
  6. Isi mangkuk paling kiri dengan air
  7. Tuangkan air dari mangkuk pertama ke mangkuk berikutnya dengan susunan segaris
  8. Isi mangkuk dari kiri ke kanan hingga hampir penuh
  9. Berkahi dengan asap dupa, baca Om̐ Āḥ Hūṃ 3x, dan baca Dharani Persembahan

Langkah mengangkat persembahan air:

  1. Tuang air dari mangkuk paling kanan ke ember atau teko
  2. Keringkan mangkuk dengan kain dan tumpuk terbalik
  3. Gunakanlah air yang telah dipersembahkan, seperti misalnya untuk menyiram tanaman yang tak akan dilangkahi orang atau air mandi.
  4. Dedikasikan kebajikan yang telah dikumpulkan demi pencapaian Kebuddhaan

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan:

  1. Persembahan air dituang dari satu mangkuk ke mangkuk lain untuk membuat sebab agar bisa terus-menerus bertemu ajaran Sang Buddha dan Guru Spiritual.
  2. Jarak antar mangkuk kira-kira selebar satu biji gandum.
  3. Hindari jarak antar mangkuk yang terlalu renggang karena hal ini melambangkan bahwa kita tidak ingin terus menjalin hubungan dengan Guru Spiritual.
  4. Hindari jarak terlalu menempel atau bahkan saling beradu/berdenting akan menyebabkan kita mengalami distraksi mental di masa mendatang.
  5. Saat menuang air, tuang dengan aliran kecil, lalu membesar, dan diakhiri dengan aliran yang kecil lagi agar tidak membuat banyak cipratan dan suara yang bising.
  6. Hindari mengisi mangkuk air terlalu penuh karena dapat membuat sebab kebijaksanaan yang tidak stabil. Mengisi air terlalu penuh juga tanda bahwa batin terdistraksi sehingga merupakan suatu pelanggaran sila.
  7. Hindari mengisi mangkuk terlalu kosong karena dapat membuat sebab untuk sulit mengumpulkan kebijaksanaan.
  8. Sebaiknya menutup hidung dan mulut serta jangan berbicara. Jika tidak, maka ibarat membuat makanan/minuman untuk Guru lantas meludah dan menghembuskan napas di atasnya sehingga makanan/minuman menjadi tidak bersih dan kurang sopan.
  9. Jangan biarkan persembahan air tergeletak begitu saja berhari-hari karena air yang menyusut dan kotor melambangkan sesuatu yang buruk bagi praktik spiritual kita.

Pelajari lebih lanjut

Sudah
Punya
Altar?

Undang Ladang Kebajikan ke rumahmu!

Sudah Punya Altar

Rekomendasi panduan kebajikan lain


Share