Bahkan untuk pekerjaan-pekerjaan umum seperti membuat kerajinan kayu, mencetak arca-arca religius, dan sejenisnya, yang mana keahlian tersebut dapat diperoleh melalui pengamatan, kita tetap perlu mengkitalkan seorang Guru pada awalnya.
Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memiliki seorang Guru Spiritual guna mempelajari Jalan yang menyediakan tujuan tertinggi dari semua kehidupan kita dan membawa kita menuju Kebuddhaan.
Beberapa orang percaya bahwa mereka tidak membutuhkan Guru Spiritual dan dapat mempelajari ajaran ini hanya dengan membaca kitab-kitab suci, namun mereka keliru. Penting sekali bagi kita untuk bertumpu kepada seorang Guru Spiritual dan Guru ini haruslah seseorang yang memiliki semua syarat yang dibutuhkan.
Sebagai contoh ketika berencana untuk pergi ke India, kita harus mencari seorang pemandu. Terlebih lagi, ia yang akan kita kitalkan bukanlah sembarang orang, tetapi harus berpengalaman dan pernah pergi ke sana sebelumnya. Sama halnya, seorang guru spiritual yang kita harapkan untuk menunjukkan kita Jalan menuju Kebuddhaan haruslah seseorang yang mampu membimbing kita di sepanjang Jalan itu.
Dalam jangka pendek, praktik ini juga dapat mendorong praktisi untuk meningkatkan kualitas dan kondisi baik sekaligus mengurangi kualitas dan kondisi buruk sehingga kebahagiaan dapat diraih dan penderitaan dapat berkurang.
Lebih lanjut, terdapat delapan manfaat berbakti kepada Guru Spiritual sebagai berikut.
Ketika bertumpu pada seorang Guru Spiritual, tentu saja sang Guru akan mengajar dan memberikan instruksi. Ketika kita mendengar instruksi-instruksi tersebut dengan batin yang penuh dengan keyakinan, maka kita akan mendengar dengan baik dan akan benar-benar memasukkannya ke dalam hati. Tentu ini akan membuat perbedaan sangat besar ketika kita mendengar dengan keyakinan dibandingkan kalau kita mendengar tanpa keyakinan.
Jika kita kemudian mempraktikkan ajaran yang diberikan Guru tersebut dengan benar, barulah akan ada hasil yang menguntungkan bagi kita. Mempraktikkan ajaran Guru akan membantu kita untuk mengatasi setidak-tidaknya satu kesalahan atau mengembangkan setidak-tidaknya satu kualitas baik. Dengan demikian, bertumpu pada Guru Spiritual akan membawa kita semakin dekat pada Kebuddhaan.
Kebuddhaan adalah sebuah kondisi sempurna yang mana seorang individu telah sepenuhnya menyingkirkan semua yang salah, semua ketidaksempurnaan, semua penghalang, dan benar-benar menyempurnakan semua kualitas baik. Kebuddhaan diraih secara bertahap, dengan perlahan-lahan mengurangi sifat buruk dan semakin memperkuat kualitas bajik kita.
Cara lain bertumpu dengan benar pada Guru Spiritual berkaitan dengan menghormati dan menghargainya. Ini adalah cara lain yang membawa kita akan semakin dekat pada pencapaian Kebuddhaan.
Untuk menjadi seorang Buddha, dibutuhkan himpunan kebajikan atau karma baik yang besar. Biasanya hal tersebut membutuhkan periode waktu yang panjang sekali dan praktik yang sangat kuat (intens) untuk mencapai himpunan kebajikan yang dibutuhkan. Namun, bertumpu dengan benar pada Guru—dengan cara melayani dan menghormatinya dengan keyakinan yang mendalam, maka sangat mungkin untuk mengumpulkan himpunan kebajikan yang luas dan akan membawa kita semakin dekat pada Kebuddhaan.
Buddha menjelaskan bahwa kita dapat membangkitkan himpunan kebajikan yang lebih besar dengan membuat persembahan hanya pada satu pori dari tubuh vajra acharya (Guru Ttantra) kita daripada membuat persembahan kepada semua Buddha dan Bodhisattva di dunia.
Ketika para Buddha melihat kita bertumpu dengan benar pada Guru Spiritual, sepenuhnya mengetahui bahwa hal ini akan menjadi sumber bagi segala kebaikan dan kebahagiaan bagi kita pada tingkatan sementara dan tertinggi, mereka akan merasa senang. Mereka puas dan bahagia karena aspirasi mereka pada kita mulai terpenuhi.
Untuk memahami hal ini lebih baik, ada sebuah perumpamaan bagaimana orang tua merawat anak-anaknya. Biasanya orang tua ingin anak-anaknya berubah menjadi lebih baik, menjadi orang yang baik, bahagia dengan kehidupan mereka. Ketika mereka melihat anaknya melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk itu – misalnya belajar dengan baik dan berusaha bertindak dengan benar dalam masyarakat dan sebagainya, orang tuanya akan secara alami merasa lega. Mereka merasa tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Anak-anak mereka sedang belajar untuk mandiri dan melakukan apa yang perlu dilakukan untuk menjadi lebih baik.
Hal yang sama persis dirasakan oleh Buddha terhadap kita. Mereka ingin kita berubah menjadi lebih baik dan bahagia; mereka juga ingin kita belajar mandiri. Ketika kita bertumpu dengan benar pada guru spiritual, maka inilah seharusnya yang kita mulai lakukan dan dengan sendirinya mereka akan merasa puas dan senang karena harapan mereka terhadap kita telah terwujud.
Secara umum, ada manfaat besar kalau kita membuat persembahan kepada para Buddha. Namun, tidak ada jaminan bahwa para Buddha selalu bahagia dengan persembahan kita atau benar-benar menerima persembahan tersebut.
Tapi, kalau kita bertumpu dengan benar pada Guru Spiritual, meskipun kita tidak membuat persembahan kepada Buddha dan hanya membuat persembahan pada Guru kita, maka seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seakan-akan Buddha masuk ke dalam Guru kita dan melalui guru, Buddha akan menerima persembahan kita. Mereka senang dan menerima persembahan tersebut.
Setan dan roh jahat merupakan makhluk bukan manusia yang mengganggu atau berusaha mengganggu kita dan pada umumnya merusak. Teman-teman menyesatkan adalah orang-orang yang jika kia menjalin pertemanan dengannya akan membawa pengaruh buruk bagi kita, menyebabkan klesha kita meningkat, dan perilaku kita merosot.
Dengan bertumpu pada seorang Guru Spiritual dengan benar dalam pikiran maupun perbuatan, kita dapat terlindung dari gangguan-gangguan seperti ini. Tindakan bertumpu pada Guru Spiritual akan meningkatkan kebajikan kita dengan sangat besar dan kebajikan kita tersebut yang membuat kita kebal terhadap gangguan. Kalau kebajikan kita besar, walaupun tak terhitung banyaknya setan-setan jahat mengelilingi kita, mereka tidak bisa melukai kita. Hal yang sama berlaku untuk teman-teman yang menyesatkan.
Dengan mengikuti seorang Guru Spiritual, kita akan menerima ajaran yang menjelaskan apa yang semestinya dilakukan dan apa yang tidak, jenis pemikiran seperti apa yang harusnya dimiliki dan apa yang harusnya dihindari. Hal yang sama berlaku pada perilaku fisik dan ucapan kita. Sekali kita mengetahui apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan, maka cara berpikir kita meningkat dan perilaku buruk kita akan berkurang. Manfaat utama ini diperoleh ketika kita memasukkan instruksi Guru ke dalam hati.
Ada sebuah cara lain yang bergantung kepada kondisi kalau kita berkesempatan dekat dengan guru. Jika kita memiliki keberuntungan seperti ini, maka kehadiran guru akan memiliki efek menguntungkan bagi kita. Ketika bersama dengan guru, kita tidak akan berani berperilaku buruk. kita tidak akan ceroboh dan tidak terlibat dalam perilaku buruk. Hal yang sama berlaku bagi kilesha. Tentu saja kilesha akan terus bangkit dalam batin kita namun ketika hal tersebut terjadi, kita akan menyadarinya dan kita akan berpikir bahwa tidaklah tepat untuk memiliki pemikiran semacam itu di hadapan guru kita. kita akan berusaha untuk mengesampingkan kilesha. Inilah cara lain untuk mendapatkan manfaat ini.
Dengan kata lain, kita akan mendapatkan realisasi spiritual dengan segera. Tentu saja, kita perlu bertumpu pada Guru Spiritual dengan sungguh-sungguh, tidak hanya ongkos mulut. Ketika dilakukan dengan sangat menyeluruh dan tepat, maka manfaat ini dapat diperoleh, misalnya dengan melayani Guru Spiritual.
Melayani Guru tidak hanya meliputi cara-cara biasa, namun juga membantu Guru ketika Beliau sedang sakit dan sebagainya. Contoh yang umum diberikan adalah praktik-praktik yang dilakukan Yang Mulia Atisha terhadap gurunya, Suvarnadwipa dan Dromtonpa terhadap Yang Mulia Atisha.
Hal ini dapat dipahami dalam konteks karma. Jika kita bertumpu dengan benar pada Guru Spiritual kita sekarang, maka kita menciptakan sebuah karma yang akan menghasilkan sebuah akibat, yakni akibat yang serupa dengan sebabnya. Dengan kata lain, kita akan lanjut lagi bertumpu pada seorang Guru Spiritual di masa yang akan datang.
Kalau bertumpu kepada Guru Spiritual dengan benar, kita tidak hanya akan menghasilkan himpunan karma bajik yang besar, namun juga akan mempurifikasi banyak karma buruk. Tergantung seberapa baik praktik bertumpu yang kita lakukan, kita dapat sepenuhnya mempurifikasi diri dari karma kelahiran kembali di alam rendah atau kita dapat menghabiskannya dengan mengalami akibatnya dalam cara yang lebih tidak menderita.
Jadi, bukannya terlahir di alam rendah, namun kita akan mengalami akibat karma tersebut dalam kehidupan sekarang dengan jatuh sakit misalnya. Karmanya sudah diperingan dan karenanya matang dalam bentuk yang lebih ringan sekarang.
Tujuan sementara merujuk pada pencapaian pada kehidupan saat ini. Artinya, apapun yang sedang kita kerjakan, maka kita akan mencapai kesuksesan dengan mudah. Termasuk dalam kegiatan bisnis dan sebagainya, kita akan berhasil atau boleh dibilang kita akan mengalami keberuntungan.
Tujuan jangka panjang dimulai dengan terhindarnya kelahiran di alam rendah pada kehidupan yang akan datang, hingga pencapaian pembebasan sepenuhnya dari samsara dan berakhir dengan pencapaian Kebuddhaan. kita akan mampu mencapai semua hal ini tanpa harus mengeluarkan upaya yang keras.
Sumber:
Transkrip Bertumpu pada Guru Spiritual Jilid 1
Teks Pembebasan di Tangan Kita Jilid 2
Back:
Perlulah Guru?
Next:
Cara Mencari Guru