Yang Mulia Geshe Yonten Gyatso dijuluki oleh Y.M.S. Dalai Lama XIV sebagai salah satu permata paling berharga Drepung Gomang, salah satu biara universitas terpenting dalam Buddhisme Tibet. Sepenting itulah sosok ahli Sutra dan Tantra yang juga telah menjadi Guru bagi banyak sekali Guru-Guru Dharma dengan realisasi luar biasa, termasuk Guru Dagpo Rinpoche.
Beliau merupakan salah satu guru tahbis bagi Sangha monastik KCI dan telah memberikan berbagai abhiseka Tantra kepada murid-murid asal Indonesia.
Yang Agung Geshe Lharampa Yonten Gyatso adalah Guru Spiritual senior bagi seluruh biksu Biara Drepung Gomang. Beliau dihormati sebagai Guru Spiritual pribadi oleh banyak Guru besar, termasuk Guru Dagpo Rinpoche. Beliau juga merupakan salah satu Guru tahbis Sangha monastik Kadam Choeling Indonesia.
Geshe Yonten Gyatso lahir di Bora, Amdo Selatan, Tibet, pada 4 Juni 1933. Pada usia 7 tahun, beliau ditahbiskan menjadi sramanera di Gaden Shedrup Dargye Ling di Bora Ngoenpo Thang. Pada usia 16 tahun, beliau mulai menempuh pendidikan monastik di Biara Labrang Tashi Khyil.
Pada tahun 1954, saat berusia 22 tahun, Geshe Yonten Gyatso muda pergi ke Biara Pelden Drepung Gomang di Lhasa untuk mempelajari Prajnaparamita dan Madhyamaka di bawah bimbingan Guru-Guru terkemuka seperti Guru asal Mongol, Ngawang Nyima dan Guru Vinaya, Khenpo Thupten Nyima.
Pada tahun 1959, Geshe Yonten Gyatso berusaha mengungsi dari Tibet bersama Y.M.S. Dalai Lama XIV, tapi gagal dan ditahan selama 6 bulan sebelum dikembalikan ke daerah asal-nya oleh pemerintah Cina. Pada tahun 1962, beliau kembali melanjutkan studi dan menerima penahbisan penuh menjadi seorang biksu.
Selama pergolakan politik di Tibet pada tahun 1965–1978, Geshe Yonten Gyatso banyak menerima tudingan dan mengalami banyak hal yang tak menyenangkan. Namun, beliau tetap menjaga latihan moral-nya dengan keteguhan dan keberanian. Beliau juga diam-diam menghafal Intisari dari Ajaran Mulia Makna Pasti dan Makna Interpretasi (Drang Ngey Leg Shey Nyingpo) dan menjalankan praktik penyunyian sevāsādhana terkait banyak Istadewata unggul seperti Hayagriva Guhyasadhana dan sebagainya.
Geshe Yonten Gyatso terus belajar hingga tahun 1995 dan meraih gelar Geshe Lharampa (gelar tertinggi dalam pendidikan monastik) pada tahun 1997. Selama itu, beliau mewarisi banyak silsilah instruksi dan abhiseka dari lebih dari sepuluh Guru agung. Sejak tahun 1981, beliau juga mulai mengajar 5 Teks Besar dalam kurikulum pendidikan monastik hingga menghasilkan banyak sekali murid mahir yang mampu menjelaskan logika dan kitab suci tanpa bergantung pada orang lain sebagai referensi.
Pada tahun 1993, Geshe Yonten Gyatso diundang untuk mengajar di Biara Drepung Gomang di India dan menetap di sana sejak tahun 1995. Berkat kemahiran dan dedikasi-nya dalam mengajarkan Dharma, beliau diangkat menjadi tutor bagi banyak Guru besar dan cendekiawan terpelajar.
Geshe Yonten Gyatso juga mulai mengajar di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Prancis, Indonesia, Malaysia, Mongolia, dan Selandia Baru sejak tahun 2000 atas undangan Guru Dagpo Rinpoche, Rato Khyongla Rinpoche, dan banyak Lama besar lainnya. Lingkup topik yang beliau ajarkan amatlah luas, mulai dari yang mendasar seperti praktik Tisarana, pembahasan tentang Marga dan Bhumi dalam ajaran Mahayana, hingga ulasan lengkap Untaian Emas tentang Penjelasan yang Baik karya Je Tsongkhapa.
Pada tahun 2011, beliau kembali ke Tibet selama dua tahun untuk memenuhi permohonan murid-murid-nya untuk mengajarkan berbagai silsilah ajaran suci sebelum kembali pada tahun 2012 untuk mengajar di tiga biara universitas utama di India. Sesuai permohonan dari Biara Dagpo di India Utara, Geshe Yonten Gyatso juga memberikan pengajaran Dharma selama 20 hari berturut-turut yang dihadiri oleh Guru-Guru besar, seperti Yongzin Ling Rinpoche, Ratoe Khyongla Rinpoche, Guru Dagpo Rinpoche, dan banyak cendekiawan lainnya. Beliau juga berjasa menghidupkan kembali silsilah Tantra Cakrasamvara di India.
Bersama Drepung Trisur Rinpoche, Universitas Bunda Mulia, Jakarta, 2017
Back:
Drepung Trisur Rinpoche
Next:
Dalai Lama XIV