Membuat Stupika

“... siapapun yang membangun stupa untuk Buddha, di tempat-tempat jauh yang terpencil, bahkan meskipun stupa tersebut dibuat dari tumpukan pasir oleh anak-anak yang sedang bermain, maka pembuat stupa tersebut akan mencapai pencerahan.”

—Saddharma Pundarika Sutra

Membuat Stupika

Stupika merupakan arca Buddhis tradisional yang terbuat dari tanah liat peninggalan Kerajaan Buddhis kuno di Nusantara maupun daerah Himalaya. Sekarang ini, stupika juga dapat ditemukan dengan bahan baku gipsum yang lebih mudah didapat.

Stupika merupakan objek suci. Pada kondisi saat ini, kita belum dapat melihat makhluk-makhluk suci secara langsung. Oleh karena itu, Buddha dapat menampakkan dirinya dalam tubuh, ucapan, dan batin dalam rupang atau arca, sehingga kita dapat mengumpulkan kebajikan.

Setiap kali kita melihat Buddha dalam berbagai perwujudan (objek-objek suci), maka setiap kali itu pula kita mendapatkan manfaat besar untuk batin. Kita harus memberikan persembahan dan penghormatan dengan sikap tangan beranjali, seolah-olah bernamaskara dari lubuk hati terdalam kepada stupika. Beranjali terhadap satu buah rupang akan menghasilkan kelahiran kembali yang baik, mencapai pembebasan dari samsara, dan akhirnya pencerahan lengkap sempurna.

Manfaat Membuat Stupika

  1. Mendapatkan kelahiran yang sempurna – sempurna dalam tubuh, indra, anggota badan, dst.
  2. Memperoleh lingkungan yang sempurna – sanggup memenuhi segala permintaan demi memberikan manfaat kepada makhluk lain. Lingkungannya selaras dengan batin Anda dan Anda dikelilingi oleh orang-orang yang mendukung praktek Anda. Tanpa kondisi yang mendukung seseorang tidak bisa mempraktekkan Dharma.
  3. Mencapai moralitas yang murni (perilaku berdasarkan sila). Tanpa sila, seseorang tidak bisa meraih tahapan jalan.
  4. Membangkitkan rasa berbakti kepada guru dan para Buddha.
  5. Memunculkan keberanian (ketabahan) – keberanian besar untuk melakukan hal di hadapan umum demi memberikan manfaat kepada makhluk lain.
  6. Terlahir kembali di alam manusia atau dewa demi memberikan manfaat kepada makhluk lain. Dalam kondisi berlawanan, seseorang bisa terlahir di alam-alam rendah.
  7. Mencapai Marga Pengumpulan pada jalan Bodhisattva.
  8. Mencapai Marga Penglihatan pada jalan Bodhisattva, di mana kekotoran batin dan penghalang telah dimusnahkan. Pada jalan ini, seseorang sudah tidak lagi menciptakan karma, ia sudah terbebas dari penghalan dan karma, dan karenanya terbebas dari lingkaran keberadaan dan kelahiran kembali. Dalam Tantra, jalan arya berarti seorang praktisi telah meraih kebijaksanaan yang menembus kesunyataan secara langsung.
  9. Mencapai Marga Meditasi.
  10. Mencapai Marga Tanpa Belajar, yaitu ketika seorang praktisi telah sepenuhnya bebas dari kelahiran kembali, usia tua, sakit, dan kematian, serta meraih tubuh spiritual. Seorang praktisi telah meraih tubuh, ucapan, dan batin pada tingkatan pencerahan sempurna

Dalam kehidupan saat ini pun, manfaat yang dapat diperoleh adalah berkurangnya penyakit, meningkatnya kebahagiaan, mendapatkan umur panjang serta reputasi yang baik. Membuat stupika juga dapat mengatasi halangan, pengganggu, marabahaya, kondisi buruk, kecelakaan, dan serangan penyakit mendadak seperti serangan jantung dan kelumpuhan.

Jenis-Jenis Stupika

  1. Stupika Buddha
  2. Stupika Buddha

    Ketika kita membuat stupika dalam perwujudan tubuh jasmani Buddha, kita perlu membayangkan bahwa kita sedang membuat sebab untuk menghasilkan tubuh jasmani Buddha kita sendiri di kemudian hari yang lengkap dengan 32 tanda utama dan 80 tanda sekunder.

    Kita juga perlu merenungkan bagaimana semua kualitas tersebut dihasilkan sehingga keyakinan kita akan Triratna sekaligus praktik Trisarana kita menjadi semakin kuat. Dengan demikian, setiap stupika Buddha yang kita buat akan menjadi kebajikan besar.

    Di dalam Śikshā-samuccaya, Shantideva juga menyebutkan bahwa membuat patung Buddha dari logam, mencetak gambar Buddha di tanah liat, melukis di kanvas, dan sebagainya dapat menjadi salah satu kekuatan penawar untuk menetralkan karma negatif kita.

  3. Stupika stupa
  4. Stupika stupa

    Stupa adalah simbol batin semua Buddha, yang mencakup pengetahuan, kebijaksanaan, cinta kasih, serta Bodhicitta. Semakin banyak simbol batin Buddha yang kita buat, semakin banyak pula energi positif luar biasa yang dihasilkan. Semua energi positif itu akan memenuhi batin kita sehingga batin kita semakin positif.

    Dengan demikian, kita akan dengan mudah menghimpun sebab-sebab pencerahan. Paling tidak, kita dapat menghasilkan sebab untuk kebahagian di kehidupan saat ini dan tidak terjauh ke alam rendah di kehidupan yang akan datang.

    Dalam Sutra Karmavibhaṅga, Buddha menjelaskan kepada Brahmana Shuka tentang 18 manfaat mendirikan stupa, yaitu:

    1. terlahir sebagai anak dari seorang raja besar,
    2. terlahir dengan tubuh mulia,
    3. terlahir cantik/tampan dan sangat menarik,
    4. memiliki indera yang tajam,
    5. berkuasa dan terkenal,
    6. memiliki rombongan pengikut yang besar,
    7. menjadi pemimpin,
    8. memiliki kemampuan untuk mendukung semua makhluk,
    9. terkenal di sepuluh penjuru,
    10. mahir dalam berucap,
    11. menerima persembahan dari para dewa dan manusia,
    12. memiliki banyak harta,
    13. memimpin kerajaan sebagai seorang Chakravartin,
    14. berumur panjang,
    15. tubuh menjadi laksana kumpulan vajra,
    16. tubuh dihiasi oleh tanda-tanda utama maupun sekunder dari seorang Buddha,
    17. terlahir kembali di alam-alam tinggi, dan
    18. dengan cepat mencapai Nirvana.

    Di dalam Manjusri Mula Tantra, juga disebutkan bahwa seseorang yang membangun stupa untuk memurnikan (karma buruk) dirinya, maka hal tersebut pasti akan tercapai, bahkan jika orang tersebut telah melakukan lima akusala garuka karma sekalipun. Apabila seseorang membangun 100.000 stupa, maka orang tersebut akan menjadi Penguasa Semua Ajaran, mampu memahami semua kitab, dan diberkahi dengan kebijaksanaan serta keahlian. Setelah meninggal orang tersebut akan terlahir sebagai raja dan tidak akan pernah terlahir di alam rendah. Layaknya matahari yang bersinar di negara pusat, orang tersebut akan memiliki indera-indera yang tajam, tidak pernah melupakan apa yang telah dipelajari dan akan bisa mengingat kehidupan lampaunya.

    Baca lebih lanjut: Manfaat Membangun Stupa

Cara Membuat Stupika

Cara Membuat Stupika

  1. Cuci tangan dan pastikan segala perlengkapan dalam kondisi bersih
  2. Bangkitkan motivasi:
  3. “Namo Gurube, aku bersujud kepada para Guru nan jaya, penyelamat para makhluk, raja yang mahatahu dan penuh welas asih, objek perlindungan bagi para makhluk yang senantiasa berpindah alam, serta langkah menuju pembebasan, Beliau yang sudah sepenuhnya menaklukkan semua kondisi yang berlawanan. Mohon berkahilah realisasi khusus dan umum kepadaku beserta seluruh makhluk yang senantiasa berpindah alam. Dalam rangka mengumpulkan sebab-sebab pencerahan, aku akan melakukan praktek stupika ini.”

  4. Berlindung dan membangkitkan Bodhicitta.
  5. Bangkitkan diri sendiri sebagai Istadewata.
  6. [Jika belum mempraktikkan Anuttarayogatantra, Anda bisa memvisualisasikan Buddha Sakyamuni, Bhaisajyaguru Buddha, Tara, atau Avalokitesvara di atas mahkota kepala atau di dalam jantung hati dan lafalkan mantram sesuai dengan Istadevata tersebut.]

Petunjuk disusun oleh Y.M. Suhu Bhadra Ruci untuk keperluan mega proyek akumulasi kebajikan massal dalam bentuk pembuatan Seratus Ribu Stupa, Malang, 24 Juli 2013.

Membuat Stupika untuk Pelimpahan Jasa

  1. Pelimpahan jasa untuk orang yang sedang sakit, mengalami kesulitan, atau memiliki umur pendek.
    1. Sebelum membuat stupika, bayangkan kehadiran Buddha Amitayus atau Buddha umur panjang lainnya, seperti Namgyalma. Kemudian, mohon kepada Beliau untuk memberkahi umur panjang.
    2. Saat membuat stupika, bayangkan bahwa orang tersebut menerima berkah yang luar biasa.
    3. Bacakan mantra Amitayus, Bhaisajyaguru, Namgyalma, Vajrasattva, atau lainnya untuk menghalau penghalang hidup yang bersangkutan.
  2. Pelimpahan jasa untuk kerabat, teman, atau orang tua yang baru meninggal.
    1. Gunakan bagian tubuh dari mendiang (rambut atau abu kremasi) untuk membuat stupika.
    2. Sebelum membuat stupika, berkahi dan murnikan bagian tubuh tersebut terlebih dahulu. Kita bisa memohon kepada Guru atau orang yang kompeten untuk memberkahinya sehingga menjadi substansi yang murni dan pantas untuk membuat stupika.
    3. Saat membuat stupika, bayangkan bahwa karma negatif kita dan orang bersangkutan dimurnikan.
    4. Bacakan mantra Aksobhya, Vajrasattva, Tara, Migtsema, atau lainnya untuk memurnikan dan menghalau penghalang.
    5. Stupika yang kita buat ini dapat digabungkan secara kolektif di biara atau tempat suci lainnya.

“Selama objek suci ini ada, selama itu pula ajaran Buddha akan berkembang Menjinakkan semua makhluk di samsara Memurnikan halangan yang tak terhitung banyaknya, menyempurnakan kebajikan sempurna. Setiap orang yang mensponsori pembuatan objek suci ini Akan memperoleh umur panjang dan keberuntungan dalam kehidupan ini dan mendatang, Mereka akan mencapai tanah suci (Buddha) dan negara akan menjadi makmur.”

—Tantra Akar Guhyasamaja

Ingin
Membuat
Stupika?

Dapatkan info lebih lanjut dengan
menghubungi Call Center KCI

Berhalangan membuat stupika?
Anda masih dapat berpartisipasi dengan
berdana pembuatan stupika.

Sudah Punya Altar

Pelajari lebih lanjut

Rekomendasi panduan kebajikan lain


Share