“... siapapun yang membangun stupa untuk Buddha, di tempat-tempat jauh yang terpencil, bahkan meskipun stupa tersebut dibuat dari tumpukan pasir oleh anak-anak yang sedang bermain, maka pembuat stupa tersebut akan mencapai pencerahan.”
—Saddharma Pundarika Sutra
Stupika merupakan arca Buddhis tradisional yang terbuat dari tanah liat peninggalan Kerajaan Buddhis kuno di Nusantara maupun daerah Himalaya. Sekarang ini, stupika juga dapat ditemukan dengan bahan baku gipsum yang lebih mudah didapat.
Stupika merupakan objek suci. Pada kondisi saat ini, kita belum dapat melihat makhluk-makhluk suci secara langsung. Oleh karena itu, Buddha dapat menampakkan dirinya dalam tubuh, ucapan, dan batin dalam rupang atau arca, sehingga kita dapat mengumpulkan kebajikan.
Setiap kali kita melihat Buddha dalam berbagai perwujudan (objek-objek suci), maka setiap kali itu pula kita mendapatkan manfaat besar untuk batin. Kita harus memberikan persembahan dan penghormatan dengan sikap tangan beranjali, seolah-olah bernamaskara dari lubuk hati terdalam kepada stupika. Beranjali terhadap satu buah rupang akan menghasilkan kelahiran kembali yang baik, mencapai pembebasan dari samsara, dan akhirnya pencerahan lengkap sempurna.
Dalam kehidupan saat ini pun, manfaat yang dapat diperoleh adalah berkurangnya penyakit, meningkatnya kebahagiaan, mendapatkan umur panjang serta reputasi yang baik. Membuat stupika juga dapat mengatasi halangan, pengganggu, marabahaya, kondisi buruk, kecelakaan, dan serangan penyakit mendadak seperti serangan jantung dan kelumpuhan.
Ketika kita membuat stupika dalam perwujudan tubuh jasmani Buddha, kita perlu membayangkan bahwa kita sedang membuat sebab untuk menghasilkan tubuh jasmani Buddha kita sendiri di kemudian hari yang lengkap dengan 32 tanda utama dan 80 tanda sekunder.
Kita juga perlu merenungkan bagaimana semua kualitas tersebut dihasilkan sehingga keyakinan kita akan Triratna sekaligus praktik Trisarana kita menjadi semakin kuat. Dengan demikian, setiap stupika Buddha yang kita buat akan menjadi kebajikan besar.
Di dalam Śikshā-samuccaya, Shantideva juga menyebutkan bahwa membuat patung Buddha dari logam, mencetak gambar Buddha di tanah liat, melukis di kanvas, dan sebagainya dapat menjadi salah satu kekuatan penawar untuk menetralkan karma negatif kita.
Stupa adalah simbol batin semua Buddha, yang mencakup pengetahuan, kebijaksanaan, cinta kasih, serta Bodhicitta. Semakin banyak simbol batin Buddha yang kita buat, semakin banyak pula energi positif luar biasa yang dihasilkan. Semua energi positif itu akan memenuhi batin kita sehingga batin kita semakin positif.
Dengan demikian, kita akan dengan mudah menghimpun sebab-sebab pencerahan. Paling tidak, kita dapat menghasilkan sebab untuk kebahagian di kehidupan saat ini dan tidak terjauh ke alam rendah di kehidupan yang akan datang.
Dalam Sutra Karmavibhaṅga, Buddha menjelaskan kepada Brahmana Shuka tentang 18 manfaat mendirikan stupa, yaitu:
Di dalam Manjusri Mula Tantra, juga disebutkan bahwa seseorang yang membangun stupa untuk memurnikan (karma buruk) dirinya, maka hal tersebut pasti akan tercapai, bahkan jika orang tersebut telah melakukan lima akusala garuka karma sekalipun. Apabila seseorang membangun 100.000 stupa, maka orang tersebut akan menjadi Penguasa Semua Ajaran, mampu memahami semua kitab, dan diberkahi dengan kebijaksanaan serta keahlian. Setelah meninggal orang tersebut akan terlahir sebagai raja dan tidak akan pernah terlahir di alam rendah. Layaknya matahari yang bersinar di negara pusat, orang tersebut akan memiliki indera-indera yang tajam, tidak pernah melupakan apa yang telah dipelajari dan akan bisa mengingat kehidupan lampaunya.
Baca lebih lanjut: Manfaat Membangun Stupa
“Namo Gurube, aku bersujud kepada para Guru nan jaya, penyelamat para makhluk, raja yang mahatahu dan penuh welas asih, objek perlindungan bagi para makhluk yang senantiasa berpindah alam, serta langkah menuju pembebasan, Beliau yang sudah sepenuhnya menaklukkan semua kondisi yang berlawanan. Mohon berkahilah realisasi khusus dan umum kepadaku beserta seluruh makhluk yang senantiasa berpindah alam. Dalam rangka mengumpulkan sebab-sebab pencerahan, aku akan melakukan praktek stupika ini.”
[Jika belum mempraktikkan Anuttarayogatantra, Anda bisa memvisualisasikan Buddha Sakyamuni, Bhaisajyaguru Buddha, Tara, atau Avalokitesvara di atas mahkota kepala atau di dalam jantung hati dan lafalkan mantram sesuai dengan Istadevata tersebut.]
Petunjuk disusun oleh Y.M. Suhu Bhadra Ruci untuk keperluan mega proyek akumulasi kebajikan massal dalam bentuk pembuatan Seratus Ribu Stupa, Malang, 24 Juli 2013.
“Selama objek suci ini ada, selama itu pula ajaran Buddha akan berkembang Menjinakkan semua makhluk di samsara Memurnikan halangan yang tak terhitung banyaknya, menyempurnakan kebajikan sempurna. Setiap orang yang mensponsori pembuatan objek suci ini Akan memperoleh umur panjang dan keberuntungan dalam kehidupan ini dan mendatang, Mereka akan mencapai tanah suci (Buddha) dan negara akan menjadi makmur.”
—Tantra Akar Guhyasamaja
Dapatkan info lebih lanjut dengan
menghubungi Call Center KCI
Berhalangan membuat stupika?
Anda masih dapat berpartisipasi dengan
berdana pembuatan stupika.
Back:
Panduan
Next:
Pelafalan Mantra