Pūrvaṅgama

Proyek Akumulasi & Purifikasi

Untuk bisa berkembang di jalan spiritual, kita tidak hanya perlu untuk mengatasi halangan luar maupun dalam tetapi juga mengumpulkan kebajikan serta terus menerus memohon Guru Spiritual untuk memberkahi batin kita. Langkah yang perlu dilakukan yaitu menjaga motivasi yang murni di setiap aktivitas. Kemudian, di dalam tradisi Gelug, terdapat praktik khusus untuk menghalau halangan dan mengembangkan batin kita melalui praktik pengumpulan kebajikan dan pemurnian ketidakbajikan.

Praktik ini biasanya disebut dengan Praktik Pendahuluan (Skt.: Pūrvaṅgama; Tib.: Ngondro), ini sedikit berbeda dengan istilah Enam Praktik Pendahuluan secara teknis. Saat melakukan praktik ini, selain menjaga motivasi, kita perlu terus memohon berkah dan mengembangkan keyakinan dan rasa hormat pada Guru Spiritual. Jika meninggalkan poin penting tersebut maka praktik kita berisiko menjadi kering dan kita akan merasa sia-sia bahkan bisa jadi hanya menjadi olahraga fisik atau ongkos mulut saja atau malah mengembangkan ego dan kesombongan karena berhasil menyelesaikan target jumlah tertentu.

Secara tradisional biasanya praktik ini dilakukan seratus ribu kali. Tetapi kita perlu berhati-hati untuk tidak terjebak pada target angka saja, kita juga perlu untuk selalu ingat bahwa itu semua kita lakukan untuk mengembangkan batin kita dan membuatnya semakin lembut dan welas asih, bukannya malah semakin keras dan sulit diarahkan.

Purvangama adalah suatu pendahuluan yang khusus, karena pada dasarnya ia adalah suatu manifestasi atau bentuk dari ajaran yang lebih umum yaitu Lamrim sehingga basis yang digunakan adalah sama. Pengumpulan kebajikan bisa kita kaitkan dengan topik bertumpu, berlindung karma, penderitaan alam rendah, penderitaan samsara, hingga Bodhicitta dan penyempurnaan paramita, perenungan di baliknya adalah sama hanya bentuknya yang dikemas di dalam sebuah praktik khusus.

Oleh karena itu kembali lagi bertumpu adalah hal yang penting. Praktik spiritual bukanlah sesuatu yang instan sekali jadi dalam tiga menit ia adalah proses transformasi panjang. Itu mengapa Anda perlu memperjuangkan spiritual salah satunya dengan Purvangama. Praktik ini berisi banyak hal, beberapa diantaranya adalah mengumpulkan kebajikan serta memurnikan kesalahan dan karma buruk. Hal ini adalah satu dari tiga sebab utama perkembangan batin kita di jalan spiritual.

Pribadi
Kolektif
Kisah Purvangama
para Guru Spiritual
Je Tsongkhapa

Je Tsongkhapa

Je Tsongkhapa adalah seorang biksu cendekiawan sekaligus seorang yogi agung Tibet. Beliau memurnikan kembali kedua aspek ajaran Buddha di Tibet (Sutra dan Tantrayana) yang sekali lagi mengalami kemerosotan, setelah empat abad sebelumnya dimurnikan oleh Yang Mulia Atisha.

Guru Je Tsongkhapa mampu berkomunikasi secara langsung dengan Manjushri, Istadevata kebijaksanaan yang memberikan instruksi langsung kepada Guru Je Tsongkhapa untuk menjalankan praktik Pūrvaṅgama secara saksama guna meningkatkan hal positif dan menghilangkan hal negatif.

Guru Je Tsongkhapa melakukan berbagai praktik purifikasi dan penghimpunan kebajikan, seperti 3.500.000 kali namaskara panjang, 10.000.000 persembahan mandala, tak terhitung pelafalan mantra Vajrasattva, dan kelima belas praktik lainnya. Kisah Guru Je Tsongkhapa, seorang yogi yang amat cerdas saja masih melakukan Purvangama seyogyanya menginspirasi kita juga untuk giat melakukan Purvangama.

Cara-Cara Melakukan Purvangama

  1. Menetapkan tujuan/motivasi melakukan Purvangama:
    1. Purvangama untuk praktisi pemula, tujuannya adalah untuk membantu murid mengatasi semua halangan batin yang ada di benak dan hati mereka serta membuat mereka bersikap lebih terbuka untuk langkah-langkah latihan berikutnya (praktik Tantra).
    2. Dalam aliran Gelug, Purvangama dilakukan pada keseluruhan jalan spiritual, untuk memajukan praktik sutra dan tantra. Pertama-tama perlu mempelajari dan mengembangkan hingga ke tahapan tertentu, berbagai tataran cita yang akan menyertai pengulangan-pengulangan kegiatan tubuh fisik dan ucapan, dan juga menumbuhkan dorongan tulus untuk menjalankan praktik tersebut. Murid lalu menyesuaikan sendiri praktik-praktik ini di sepanjang pembelajaran mereka, dan menjalankannya atas nasihat Guru atau atas prakarsa sendiri, guna menguatkan semangat dan pemahaman mereka.
  2. Tentukan waktu Purvangama:
    1. Purvangama akan diakumulasi dalam waktu berapa lama? 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun, atau 3 tahun.
    2. Tentukan kita mau melakukan dalam 4 sesi, 2 sesi (pagi & malam), atau 1 sesi per harinya
    3. Pastikan hari pertama jumlahnya paling sedikit dibanding hari-hari berikutnya, sehingga saat kita sakit atau bepergian bisa memenuhi jumlah terkecil itu
  3. Jika ingin melakukan dengan benar, lakukan di tempat yang sama, tempat duduk yang sama setiap harinya.
  4. Agar tidak kehilangan rasa, penting untuk senantiasa memiliki dorongan untuk Berlindung & membangkitkan Bodhicitta serta memiliki alasan yang kuat mengenai apa yang sedang dilakukan dan alasan dibalik tindakan ini. Makin kuat motivasi sebelum sesi maka makin sedikit permasalahan yang muncul selama sesi.
  5. Anda bisa melakukannya baik secara perorangan maupun berkelompok. Keunggulan jika kita melakukan secara perorangan yaitu kecepatannya sesuai dengan kemampuan diri sehingga lebih nyaman, sedangkan keunggulan jika melakukannya secara berkelompok yaitu kita akan lebih disiplin.
Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita
Aplikasi Sancita
Aplikasi Sancita

Rekomendasi panduan kebajikan lain


Share