...saya begitu dipenuhi oleh perasaan-perasaan yang tidak dapat dikendalikan, yang begitu kuatnya akan penolakan terhadap samsara sehingga mata saya dipenuhi oleh air mata. Ini juga adalah suatu berkah dari Guruku.
—Pengalaman Phabongkha Rinpoche mengikuti Gaṇacakra
GANACAKRA (Skt.::गणचक्र gaṇacakra; Tib.: ཚོགས་ཀྱི་འཁོར་ལོ། tsokkyi khorlo, tsog) adalah salah satu cara mengumpulkan kebajikan dan kebijaksanaan serta pemurnian penghalang dengan menghaturkan persembahan melalui metode Tantra. Arti sebenarnya dari tsog adalah mengintegrasikan metode dan kebijaksanaan, kebijaksanaan transendental, kebahagiaan non-dual dan sunyata (makna rahasianya).
Praktik Gaṇacakra dilakukan oleh kumpulan praktisi Dharma yang telah memperoleh abhiṣeka Tantra dari Istadewata tertentu. Ketika akan melakukan upacara, praktisi akan membangkitkan diri sebagai Istadewata terlebih dahulu. Orang yang belum menerima abhiṣeka dapat berpartisipasi dengan membantu pengadaan substansi persembahan.
Praktik ini dimulai sejak zaman Buddha Sakyamuni dan mencapai puncak di periode Nalanda di India karena banyak dipraktikkan para Mahasiddha seperti Tilopa dan Naropa, lalu sampai ke Tibet sekitar 1.000 tahun lalu berkat jasa Guru Atisha dan Guru Padmasambhava.
Di Nusantara, praktisi Tantra historis seperti Raja Kertanegara dari Singosari juga rutin melakukan praktik ini untuk kesejahteraan rakyatnya.
“Satu kali Gaṇacakra dan pintu kelahiran alam rendah akan tertutup.”
–Guru Padmasambhava
Dalam teks Samudera Dakini, dikatakan bahwa demi komitmen yang telah kita ambil, hal terbaik adalah mempersembahkan Gaṇacakra setiap hari.
Jika tidak memungkinkan, sebulan sekali. Paling tidak, kita harus mempersembahkan Gaṇacakra setahun sekali.
Jika melanggarnya, maka samaya akan merosot.
Menurut Tantra Akar Heruka, waktu yang tepat untuk melakukan persembahan Ganacakra adalah malam hari. Pada bulan yang meningkat yaitu tanggal 10 penanggalan Tibetan dan pada bulan yang menyusut yaitu tanggal 25 penanggalan Tibetan
Waktu itu, ibuku didiagnosa sakit ginjal, perlu operasi biji ginjal. Nah, namanya ibu-ibu, kadang lupa kesehatan sendiri, takut bangetlah, jadi akhirnya pulang ke rumah untuk nemenin ibu. Tapi semua kerjaan jadi kurang terurus dan sana-sini terhambat. Nah di sana pasrah kan, cobalah praktik Kangso & Gaṇacakralah siang malam. Eh tau-tau akhirnya sembuh. Ga ada batunya.
—Seorang praktisi (nama disamarkan atas permintaan pribadi)
Bagi yang telah menerima abhiṣeka Tantra tertentu, Anda wajib melakukan praktik Ganacakra ini.
Bagi yang belum menerima abhiṣeka Tantra tertentu, namun tertarik mengikutinya, temukan jadwalnya di Kalender atau hubungi Call Center KCI untuk mendapatkan info kegiatan terbaru.
Anda juga juga bisa berdonasi untuk penyediaan persembahan untuk kegiatan Ganacakra ini.
Back:
Panduan Kebajikan
Next:
7 Persembahan