Untuk melindungi nyawanya, Anda membeli binatang yang akan dibunuh oleh para penjual daging dan melepaskan mereka. Ini adalah kebiasaan yang sangat baik.
—Guru Dagpo Rinpoche
FANGSHENG (Chi.: 放生, fǎngshēng; Tib.: tse-thar) merupakan praktik menyelamatkan hewan yang nyawanya terancam dan melepaskannya ke alam bebas. Dengan mempraktikkan fangsheng ini, kita juga telah turut mempraktikkan sila pertama Pancasila Buddhis, yaitu sila untuk menghindari pembunuhan.
Selain itu, fangsheng juga tergolong dalam abhaya dana, yaitu praktik dana kebebasan dari rasa takut. Hewan-hewan yang terperangkap dan nyawanya terancam bisa kembali hidup di habitatnya dengan bebas.
Dengan fangsheng, kita menolong hewan-hewan untuk memperoleh kebebasan hidup dan menyelamatkan mereka dari ancaman kematian. Ketika kita melepas serangga, kita menyelamatkan mereka dari ancaman kematian sebagai umpan pancing. Ketika melepas burung-burung, kita menolong mereka dari kandang yang sempit yang mencegah mereka terbang bebas. Ketika melepas ikan lele, kita menolong mereka dari kemungkinan dibunuh untuk dimasak.
Fangsheng juga merupakan latihan untuk mengembangkan welas asih. Ketika hendak melepaskan dan menyelamatkan hewan, kita bisa terlebih dahulu merenungkan penderitaan mereka dan membangkitkan rasa iba dan keinginan kuat untuk menyelamatkan hewan.
Berdasarkan hukum karma, menyelamatkan nyawa makhluk lain akan membawa akibat yang sesuai dengan penyebabnya, yaitu umur panjang. Diyakini juga bahwa fangsheng bisa membantu orang yang sedang sakit.
Kita perlu mengingat bahwa alasan utama kita melakukan fangsheng adalah untuk menyelamatkan makhluk yang menderita, tidak bebas, dan nyawanya terancam.
Bukan tidak mungkin bahwa makhluk-makhluk tersebut adalah ibu-ibu kita dan orang-orang yang telah menolong kita di kehidupan-kehidupan lampau. Fangsheng adalah kesempatan kita untuk membalas jasa mereka dengan menyelamatkan mereka dari keadaan yang tidak menguntungkan.
Kita juga bisa membangkitkan aspirasi untuk bisa terlahir di alam yang bahagia, mencapai pembebasan, dan meraih Kebuddhaan melalui kebajikan dari melakukan fangsheng.
Esensi dari fangsheng adalah membebaskan makhluk hidup yang sudah terperangkap. Ketika kita memesan hewan untuk dilepas, pedagang akan menangkap hewan yang seharusnya hidup bebas hanya untuk kita lepas. Kita tidak hanya mengambil kebebasan makhluk-makhluk tersebut, tapi kita juga membuat orang lain melakukan karma buruk dengan menangkap makhluk-makhluk tersebut.
Lokasi pelepasan hewan haruslah sesuai dengan habitat asli hewan yang dilepas. Jangan sampai hewan yang kita lepas malah mati karena gagal beradaptasi.
Hindari juga area yang mudah dijangkau dari permukiman untuk mengurangi risiko hewan mengganggu penduduk atau ditangkap lagi.
Hindari juga melepaskan hewan sejenis di tempat yang sama berkali-kali dalam jangka waktu dekat agar tidak menimbulkan ledakan populasi hewan di tempat tersebut.
Jika tidak yakin dengan lokasi pelepasan yang tepat, konsultasikan dengan ahli lingkungan atau lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang konservasi alam.
Selama hewan di perjalanan menuju tempat pelepasan, kita harus memperhatikan kondisi mereka. Jangan sampai mereka kelaparan dan tidak nyaman. Kita juga harus memastikan mereka aman dari stres dan guncangan. Begitu juga dengan saat melepaskan hewan, lakukan dengan penuh perhatian.
Melepas terlalu banyak hewan sejenis di satu tempat akan mengganggu keseimbangan ekosistem di tempat tersebut. Jika tersedia dana lebih untuk fangsheng, gunakan dana tersebut untuk membebaskan lebih banyak spesies hewan atau bebaskan hewan-hewan di beberapa tempat berbeda yang sesuai dengan habitat asalnya.
Dengan demikian, fangsheng yang kita lakukan akan tetap aman bagi lingkungan. Dana Fangsheng dalam jumlah besar juga bisa dialokasikan untuk menyelamatkan hewan langka yang diperjualbelikan. Pastikan hewan langka ini dilepas di lingkungan yang aman atau minta bantuan aktivis-aktivis lingkungan yang ahli agar hewan tersebut benar-benar tertolong dan spesiesnya lestari.
Kita dapat membawa hewan yang ingin dilepaskan untuk mengelilingi objek penghormatan seperti stupa dan sebagainya. Hal ini membuat mereka dapat menerima kelahiran kembali yang lebih tinggi, memenuhi Dharma, terbebas dari samsara dan mencapai pencerahan.
Jika Anda mengelilingi 100 objek suci, Anda menciptakan 100 penyebab pembebasan dan kebahagiaan. Jika ada 10.000 benda suci yang hadir, maka Anda menciptakan 10.000 penyebab kebahagiaan dan seterusnya. Setiap serangga, cacing, katak, kerang, ikan, atau semut menciptakan 10.000 penyebab pencerahan.
Kemudian kita dapat membacakan sebuah doa atau mantra untuk mereka. Meski mereka tidak mengerti apa yang kita katakan, namun setidaknya kita telah menciptakan suatu jejak karma yang kuat yang tertanam dalam batin mereka sehingga mereka menjadi lebih damai.
Mari buat permohonan pelimpahan jasa dengan berbagai permohonan seperti berikut:
Back:
Panduan Kebajikan