Pembantu Wanita yang Menjual Kemiskinannya kepada Biksu Mahakatyanana

Pembantu Wanita yang Menjual Kemiskinannya kepada Biksu Mahakatyanana

Suatu kisah, ada seorang umat awam yang menjadi pemandu dari 500 saudSuatu ketika, terdapat seorang yang saudagar kaya raya, tetapi kikir dan kejam yang memiliki seorang pembantu wanita. Karena wanita tua ini melakukan kesalahan, dia tidak memberikan pakaian untuk melindungi tubuh wanita itu, tidak ada makanan untuk dimakan, dan terus-menerus memukulnya.

Tidak bisa menahan penderitaannya lagı, pembantu tua itu memutuskan untuk bunuh dırı. Mengambil kendi air, dia pergi ke tepi air dan mulai berteriak keras.

Pada saat itu Biksu Mahäkátyayana melewatinya dan mendengarnya. Dia bertanya "Wanita tua, mengapa engkau menangis seperti ini?"

Wanita tua itu menjawab: "Yang Mulia, saya telah tua. Saya dipaksa untuk melakukan pekerjaan berat dan saya tidak diben makan ataupun pakaian. Lebih baik saya mati saja .Hal ini yang menyebabkan saya berteriak."

Biksu itu berkata "Maukah engkau menjual kemiskinanmu?"

Wanita tua itu menjawab: "Yang Mulia, bagaimana seseorang mejual kemiskinannya? Siapakah yang akan membelinya?"

Mahäkätyäyana berkata: "Kemiskinan dapat dijual" Ketika dia berkata hal ini tiga kali, wanita itu berkata: "Jika hal itu benar, bagaimana itu bisa dijual?"

Biksu itu berkata: "Wanita tua, jika engkau benar-benar ingin menjual kemiskinanmu, saya akan menunjukkan caranya kepadamu, tetapi engkau harus melakukan sesuai apa yang kukatakan."

Ketika wanita tua itu berkata bahwa dia pasti akan melakukan apa yang Biksu beritahukan kepadanya, dia berkata: "Pertama-tama, engkau harus mencuci tanganmu. Kemudian engkau harus membuat sebuah hadiah."

Wanita tua itu berkata: "Yang Mulia, saya tidak memiliki apapun juga. Bagaimana saya dapat membuat sebuah hadiah? Bahkan kendi air ini adalah milik nyonyaku dan bukan milikku. Saya tidak memiliki apapun."

Ketika Bhiksu itu berkata: "Wanita tua, isilah mangkuk makananmu dengan air dan persembahkan itu untuk saya, kemudian saya akan memberkahımu," Wanita itu mengisi mangkuknya dengan air dan mempersembahkannya.

Kemudian Bhiksu itu menerima dengan tangannya sendiri, memberi berkah, dan memohon dalam nama Buddha. Kemudian dia meminta wanita tua itu berdoa dan berpikir, dengan keyakinan, terhadap semua kebijakan semua Buddha. Biksu itu kemudian bertanya apakah wanita tua itu memiliki tempat tinggal.

Wanita tua itu berkata: "Saya tidak memiliki tempat yang merupakan milikku, tetapi kadang-kadang saya tinggal di tempat di mana saya menggiling beras, makan, dan bekerja."

Biksu itu berkata: "Engkau harus berusaha untuk memotong semua pikiran dendam dan penderitaan yang berkaitan dengan perbuatan jahat. Pada malam hari, setelah engkau tidur di luar, bukalah pintu majikanmu, masuk ke dalam, menyebarkan rumput bersih di salah satu pojoknya, duduk diatasnya, berpikir terus menerus tentang Buddha, dan berdoa."

Wanita tua itu melakukan seperti yang dikatakan Biksu itu. Suatu malam, dia meninggal dan terlahır kembali diantara para dewa di Tiga Puluh Tiga.

Kolofon:
Disadur dari bab 20 Sutra tentang Yang Bijak dan Yang Dungu (Sutra of the Wise and the Foolish)


Share