Mempraktikkan Sutra Hati akan menghasilkan manfaat yang tak terbatas—manfaat tertingginya adalah pencapaian pencerahan. Namun, bila kita lebih merujuk ke manfaat sementaranya, sesungguhnya dengan hanya melafalkan sutra ini, meskipun Anda tidak terlalu paham maknanya, aktivitas tersebut akan membantu Anda menghilangkan berbagai penghalang batin dan mempurifikasi diri Anda sendiri dari banyak kesalahan.
—Guru Dagpo Rinpoche
Sutra Hati (Chi.: Xinjing/Sincing (心經)) diajarkan oleh Sang Buddha dalam segala bahasa di puncak bukit Burung Nazar di Rajagraha, setahun setelah pencerahan-Nya. Sang Buddha mengajarkan Sutra Penyempurnaan Kebijaksanaan (Skt.: Prajñāpāramitā Sūtra) dalam beberapa versi; beberapa sepanjang seratus ribu bait atau sloka, sementara yang lainnya lebih singkat. Sutra Hati adalah versi yang sangat ringkas namun lengkap.
Sutra ini berisikan cara untuk merealisasikan penyempurnaan kebijaksanaan atau pemahaman kesunyataan mendalam secara langsung. Melalui praktik Sutra Penyempurnaan Kebijaksanaan, maka semua Buddha di masa lampau, sekarang, dan akan datang telah, sudah dan akan mencapai pencerahan. Pernyataan ini dapat ditemukan di dalam Sutra tersebut, yang isinya antara lain, “Semua Buddha yang berdiam secara sempurna di ketiga masa dengan bertumpu pada penyempurnaan kebijaksanaan meraih pencerahan yang tak tertandingi, Kebuddhaan yang lengkap dan sempurna.”
Baca penjelasan Sutra Hati dalam buku ini.
Mempraktikkan Sutra ini akan menghasilkan manfaat yang tak terbatas - manfaat tertingginya adalah pencapaian pencerahan. Namun, bahkan hanya dengan melafalkan Sutra Hati tanpa terlalu paham maknanya dapat membantu kita menghilangkan berbagai penghalang batin dan memurnikan diri dari banyak kesalahan.
Melafalkan Sutra Hati juga dapat mengatasi berbagai penghalang, baik penghalang pribadi maupun masalah yang dihadapi negara, misalnya untuk menyelesaikan masalah seperti banjir, kelaparan, atau badai. Sutra ini seringkali dibaca di berbagai belahan negara.
Pelafalan Sutra Hati ini sangat efektif untuk membantu yang sedang sakit, yang sedang diganggu makhluk halus, ataupun yang sedang menghadapi berbagai jenis masalah. Praktik Sutra Hati juga akan mengembangkan kebijaksanaan kita untuk menghadapi kekacauan hidup. Masa depan yang penuh halangan pun dapat diubah menjadi penuh keberuntungan secara materi maupun spiritual.
Tujuan membangun stupa untuk menyimpan relik orang suci telah meniGuru Dagpo Rinpoche memiliki pengalaman pribadi mengenai pelafalan Sutra Hati ini. Pada suatu saat, ketika Guru Dagpo Rinpoche sedang berdiam di Biara Dagpo di Tibet, terjadi kebakaran besar di bukit pegunungan. Pada waktu itu, dan mungkin hingga sekarang, terutama di pedesaan, tidak ada petugas pemadam kebakaran maupun perlengkapan untuk memadamkan api.
Oleh karena itu, semua orang berlarian ke dalam biara dan memohon kepada para biksu untuk melafalkan Sutra Intisari Penyempurnaan Kebijaksanaan. Kondisi biara pada saat itu memiliki 700 biksu. Di antara pesamuhan Sangha ini, ada beberapa orang yang telah merealisasikan secara langsung makna dari sutra tersebut dan beberapa yang lain memiliki pemahaman yang sangat baik meskipun mereka belum sepenuhnya merealisasikannya. Seluruh anggota biara melafalkan sutra tersebut secara bersama-sama sebanyak tiga kali. Di akhir bagian tambahan, ketika para biksu menepuk tangannya tiga kali, Guru Dagpo Rinpoche melihat dengan mata kepala sendiri bahwa di akhir tepukan yang ketiga, kobaran api di bukit pegunungan tersebut mulai meredup.
Back:
Panduan Kebajikan
Next:
Persembahan Pelita