Pradaksina

Barangsiapa yang melakukan pradaksina atau memberikan persembahan kepada Stupa akan diberkati oleh para Tathagata, mencapai pencerahan tertinggi melalui jalan yang tidak kembali, dan menyucikan semua rintangan karmanya.

—Sutra Sinar Cahaya Mulia yang Tak Bernoda

Pelafaran Sutra Hati

PRADAKSINA (Skt.: pradakṣiṇa; Pal.: padakkhiṇā) adalah praktik mengelilingi objek pemujaan untuk memberikan penghormatan, menunjukkan bakti, mengolah pikiran, dan mengumpulkan kebajikan.

Beberapa kali ketika mengajar, Buddha menyebutkan bahwa pradaksina dapat memurnikan karma negatif dan memastikan kelahiran kembali yang baik.

Objek pradaksina di antaranya adalah stupa, candi, rupang, gunung suci, bahkan orang suci. Sang Buddha sendiri pernah menjadi objek pradaksina oleh para tetua klannya sebagai bentuk penghormatan ketika Beliau sedang berkunjung ke rumah leluhurnya di Kapilavastu.

Manfaat Pradaksina

Buddha pernah menjelaskan kepada Sariputra mengenai manfaat dari melakukan pradaksina kepada stupa, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Memperoleh persembahan dari banyak makhluk.
  2. Meninggalkan delapan ketidakbebasan berpraktik Dharma.
  3. Memiliki ingatan yang baik dan menjadi bijaksana.
  4. Menjadi rupawan dan berkulit indah.
  5. Memperoleh umur panjang.
  6. Memperoleh ketenaran.
  7. Memiliki banyak harta menjadi kaya.
  8. Menarik, mempesona, dan siapapun yang melihat kita akan menjadi bahagia.
  9. Memiliki moralitas dan akan selalu mendengarkan Dharma.
  10. Memiliki pemahaman kitab suci.
  11. Menjadi penguasa dunia.
  12. Terlahir di tanah suci.
  13. Memiliki kekuatan psikis yang hebat.
  14. Memasuki rahim tanpa ketidaktahuan dan bisa mengingat kehidupan masa lalu.
  15. Tidak akan disakiti oleh para pemakan daging.
  16. Menikmati kesenangan tanpa masalah.
  17. Tidak akan menjadi buta atau mengalami radang sendi.
  18. Memiliki tubuh yang sehat, pikiran stabil, dan ketekunan stabil.
  19. Terlahir sebagai raja para dewa yang tidak pernah berperang.
  20. Menjadi penguasa alam dewa Brahma.
  21. Memiliki suara yang jernih, tinggi, dan indah.
  22. Tidak akan mengalami bahaya atau penyakit.
  23. Mewujudkan empat kebenaran mulia makhluk Arya dan akan mencapai tubuh pencerahan.
  24. Mencapai enam kewaskitaan dan tidak akan jatuh ke dalam delusi.

Baca juga: Manfaat membangun Stupa

Kisah-Kisah Pradaksina pada Stupa

Perumah tangga Srija bisa mencapai tingkat Arahat karena memiliki akar kebajikan yang berasal dari tindakannya pada kehidupan lampau. Ia pernah terlahir sebagai seekor lalat dan tidak sengaja mengelilingi sebuah stupa. Saat itu, ia hinggap di kotoran hewan yang terbawa air hujan dan kotoran tersebut mengelilingi stupa.

Kisah lainnya, ada seekor babi yang mengitari stupa ketika dikejar anjing. Setelah babi itu mati, ia dilahirkan kembali sebagai dewa.

Bahkan, dikatakan dalam Tantra Akar Manjushrimitra bahwa siapapun yang bersentuhan dengan stupa akan mengembangkan kebijaksanaan dan umur panjang, ketika mereka meninggal, mereka akan terlahir di alam tinggi dalam keluarga bangsawan, tak akan pernah terlahir di alam rendah.

Cara Pradaksina

Cara Pradaksina

  1. Kelilingi objek pradaksina searah jarum jam. Sebaiknya, objek pradaksina ada di sebelah kanan karena dalam budaya India, sisi kanan dianggap lebih suci dibanding sisi kiri.
  2. Lakukan pradaksina dengan tubuh, ucapan, dan batin. Jika pikiran kita terganggu saat pradaksina, tidak ada manfaat besar yang dapat diperoleh.
  3. Lakukan pradaksina sebanyak mungkin. Bisa juga pradaksina sebanyak tiga kali sebagai bentuk penghormatan kepada Tiga Permata (Triratna).

Rekomendasi panduan kebajikan lain


Share