Untaian Hati bagi yang Beruntung

Enam Praktik pendahuluan harus dilakukan tidak hanya di awal tetapi juga di sepanjang tahapan jalan, hingga tahap akhir dari bumi bodhisatwa kesepuluh

—Guru Dagpo Rinpoche

UNTAIAN BAGI YANG BERUNTUNG atau biasa disebut Jorchoy Panjang adalah salah satu dari Enam Praktik Pendahuluan yang perlu dipraktikkan di awal hari bagi mereka yang mendambakan pencapaian Kebuddhaan.

Pelajari tentang: Enam Praktik Pendahuluan

Asal Muasal Praktik

Metode ini berasal dari Guru Atisha Dipankara yang mendasarkan penjelasan praktik ini pada ajaran yang diterima dari Guru Suwarnadwipa Dharmakirti dari Sriwijaya. Sumber utama dari praktik ini adalah Sutra Prajnaparamita yang diajarkan Buddha di Rajagraha.

Enam Praktik Pendahuluan telah muncul sejak masa Panchen Lama Pertama, Lobsang Chokyi Gyaltsen, tapi tidak dituliskan sampai Guru Dagpo Lama Rinpoche Jamphel Lhundrub mengkompilasi teks Untaian Bagi yang Beruntung ini.

Tujuan Praktik

Secara umum, dengan mempraktikkan Enam Praktik Pendahuluan kita akan:

  • Memurnikan ketidakbajikan.
  • Mengumpulkan kebajikan yang ekstensif.
  • Memperoleh berkah untuk mencapai tujuan sementara maupun terunggul.

Cara mempraktikkan Jorchoy Panjang

1

Praktik ini dilakukan di pagi hari sebelum memulai hari.

2

Bersihkan diri dan gunakan pakaian yang sopan dan rapi.

3

Lakukan bagian 1–2 dari Enam Praktik Pendahuluan, yaitu:

  1. Membersihkan ruangan meditasi dan menyusun simbol tubuh, ucapan, dan batin Buddha
  2. Menyusun persembahan tanpa noda dengan menarik.

4

Setelah itu, kita bisa melanjutkan bagian 3–6 Enam Praktik Pendahuluan dengan membacakan teks Permata Hati bagi yang Beruntung melalui Kidung Manggala Bhakti atau aplikasi Sancita.

5

Pelajari tentang penjelasan, manfaat, cara visualisasi Enam Praktik Pendahuluan Jorchoy Panjang dari buku Awali Hari dengan Ini, Permata Hati bagi Yang Beruntung, atau Pembebasan di Tangan Kita Jilid 1.

Visualisasi Objek Trisarana

Ladang Kebajikan Trisarana Jorchoy Panjang

Di angkasa di hadapan kita, bayangkan sebuah takhta permata besar dan ditopang oleh delapan singa besar. Di atas takhta utama ada lima takhta yang lebih kecil, masing-masing satu di tengah dan di keempat penjuru. Takhta yang di tengah seharusnya lebih tinggi sedikit daripada empat lainnya. Bayangkan, duduk di takhta tengah guru utama kita dalam wujud luarnya Buddha Śākyamuni.

Tangan kanannya menyentuh bumi melambangkan penaklukan māra putra dewa. Paṭṭa berisi tiga jenis amirta: amirta obat, melambangkan penaklukan terhadap māra skandha; amirta keabadian, melambangkan penaklukan māra kematian; dan amirta kebijaksanaan yang tidak tercemar, melambangkan penaklukan māra klesha.

Pada takhta yang lebih kecil di sebelah kanan duduk Arya Maitreya dan para guru dari Silsilah Aktivitas Luas. Di sebelah kiri, Arya Manjushri dan para guru dari Silsilah Pandangan Mendalam. Pada takhta di belakang Buddha Sakyamuni, duduk Sang Penakluk Vajradhara dan para guru dari Silsilah Praktik Terinspirasi Secara Suci.

Pada takhta di depan, duduk guru utama sebagaimana beliau biasanya terlihat Tangan kanannya dalam mudra mengajar Dharma dan tangan kirinya dalam mudra meditasi memegang kamandalu umur panjang berisi amirta keabadian. Di sekeliling guru utama, duduklah para Guru yang pernah mengajarkan Dharma. Kita seharusnya membayangkan guru-guru yang masih hidup duduk di atas bantal dan yang telah meninggal duduk di atas teratai dan bulan.

Di depan para Guru, terdapat Para Istadewata Tantra sampai Para Pelindung Dharma duduk mengelilingi Mereka.

Visualisasi Ladang Kebajikan

Ladang Kebajikan Trisarana Jorchoy Panjang

Di hadapan kita, terdapat guru spiritual utama dalam wujud Lama Losang Tubwang Dorjechang. ―Lama mengacu pada guru kita; ―Losang adalah Sang Penakluk Tsongkhapa; ―Tubwang adalah Guru Śākyamuni; dan ―Dorjechang adalah Sang Penakluk Vajradhara. Tangan kanan membentuk mudra mengajar Dharma dan tangan kirinya dalam mudra meditasi, memegang mangkuk biksu penuh dengan amirta. Ibu jari dan telunjuk dari masing-masing tangan juga memegang batang bunga utpala. Di atas bunga di sebelah kanan adalah pedang kebijaksanaan dengan ujungnya sedikit menyala. Di atas bunga di sebelah kiri adalah Sutra Kesempurnaan Kebijaksanaan.

Sinar cahaya memancar dari hati, memunculkan para guru dari Silsilah Aktivitas Luas, Silsilah Pandangan Mendalam. Di depan adalah para guru dari siapa Anda telah menerima ajaran Dharma secara langsung, sedangkan di belakang dan sedikit di atas adalah para guru dari Silsilah Praktik Terinspirasi Secara Suci.

Di atas bunga teratai tingkat pertama terdapat para Istadevata mandala Guhyasamaja, Yamantaka, Cakrasamvara, dan Hevajra. Di tingkat kedua, para Istadevata Anuttarayoga Tantra yang lainnya. Di tingkat ketiga, terdapat Para Istadewata kelas Yoga Tantra. Di tingkat keempat, mereka dari kelas Carya Tantra; dan di tingkat kelima, mereka dari kelas Kriyā Tantra.

Di tingkat ke enam, bayangkan Para Buddha muncul dalam bentuk tubuh emanasi unggul. Pada tingkat ke tujuh, bayangkan Para Bodhisattva; pada tingkat ke delapan, Para Arahat Pratyeka Buddha; pada tingkat ke sembilan, para Arahat Shrāvaka; pada tingkat ke sepuluh, para pahlawan dan para dakini; serta pada tingkat ke sebelas, Para Pelindung Dharma.

Pelajari lebih lanjut

Dapatkan teks Untaian bagi yang beruntung di

Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita
Aplikasi Sancita Playstore
Aplikasi Sancita Appstore

Sudah
Punya
Altar?

Undang Ladang Kebajikan ke rumahmu!

Sudah Punya Altar

Share