Gaden Lha Gyama

Gaden Lha Gyama

GADEN LHA GYAMA adalah praktik yoga Guru kepada Raja Dharma Agung, Je Tsongkhapa, yang kita lakukan dengan tujuan meraih kualitas agung dari Je Tsongkhapa, meraih Guru dalam diri kita. Dalam artian, kita berusaha memperoleh kebijaksanaan dan Bodhicitta yang setara dengan Beliau.

Baca: Siapakah Je Tsongkhapa?

Jika kita bisa meraih realisasi spiritual yang setara dengan Je Tsongkhapa, masalah-masalah kita akan berakhir, dan kita akan terbebas dari lingkaran penderitaan samsara. Dengan kata lain, kita akan sepenuhnya bebas dan takkan lagi dikuasai oleh bermacam karma dan klesha. Untuk meraih tujuan ini, tidaklah cukup bila hanya memeditasikan sang jalan, tapi kita juga perlu melengkapi praktik meditasi dengan praktik akumulasi karma baik dan purifikasi karma buruk.

Praktik Guru Yoga

Kata ‘yoga’ secara umum bisa diartikan sebagai penyatuan yang tak terpisahkan. Dalam konteks yoga Guru, maknanya adalah perasaan menyatu dengan Guru spiritual. Maksudnya bukan menyatu dengan Je Tsongkhapa secara fisik atau menjadi Je Tsongkhapa, melainkan perolehan realisasi yang setara dengan Je Tsongkhapa. Inilah jenis penyatuan yang kita coba capai saat ini.

Dari semua jenis yoga Guru, Gaden Lha Gyama adalah praktik yang tersingkat dan terlengkap, yang bisa dilakukan oleh mereka yang belum berkomitmen pada praktik Tantra.

Mempraktikkan Gaden Lha Gyama setara dengan yoga Guru kepada seluruh Buddha. Terdapat banyak Buddha dan aneka cara untuk menggolongkan para Buddha, tetapi salah satunya adalah membaginya menjadi 3 kelompok yang dinamakan ‘3 Pelindung.’ Semua Buddha dapat dikategorikan ke dalam salah satu dari 3 Pelindung, yakni Avalokitesvara, Manjushri, dan Vajrapani. Welas asih Buddha terwujud dalam Avalokitesvara, kebijaksanaan Buddha terwujud dalam Manjushri, dan kekuatan Buddha terwujud dalam Vajrapani. Ketiga kualitas ini mencakup semua kualitas spiritual Buddha, yaitu kualitas batinnya. Dan ketika 3 Pelindung digabung menjadi satu, mereka muncul dalam wujud manusia sebagai Je Tsongkhapa.

Manfaat Praktik

1

Kesuksesan meditasi Lamrim akan berkembang dengan cepat.

2

Meraih 3 kualitas Buddha, yaitu: welas asih, kebijaksanaan, dan kekuatan.

3

Mempurifikasi karma negatif dan mengatasi halangan-halangan besar dalam praktik spiritual.

4

Terbebas dari karma dan klesha.

5

Mencapai pencerahan sempurna seorang Buddha dalam kehidupan saat ini juga.

Tujuan Praktik

Idealnya, tujuan praktik ini adalah mencapai pencerahan sempurna seorang Buddha dalam kehidupan saat ini juga. Jika ini tak mungkin, maka kita bisa mencoba mencapai tingkat Arya (marga penglihatan) dari Mahayana. Jika ini tak mungkin, maka kita harus berusaha merealisasikan bodhicita spontan di dalam diri kita. Jika ini juga tak mungkin, maka paling tidak kita harus melakukan praktik purifikasi karma buruk kita di masa lampau untuk memastikan kelahiran kembali yang lebih baik di kehidupan selanjutnya untuk melanjutkan praktik kita.

Cara mempraktikkan Gaden Lha Gyama

1

Praktik ini dilakukan di pagi hari sebelum memulai hari.

2

Bersihkan diri dan gunakan pakaian yang sopan dan rapi.

3

Lakukan bagian 1–3 dari Enam Praktik Pendahuluan, yaitu:

  1. Membersihkan ruangan meditasi dan menyusun simbol tubuh, ucapan, dan batin Buddha
  2. Menyusun persembahan tanpa noda dengan menarik.
  3. Duduk dengan delapan kualitas postur tubuh dan dengan batin yang penuh kebajikan melakukan Trisarana, membangkitkan Bodhicitta, dan sebagainya.

4

Setelah itu, kita bisa melanjutkan bagian 4–5 Enam Praktik Pendahuluan khusus Gaden Lha Gyama dan mempersembahkan mandala melalui Kidung Manggala Bhakti. Berikut sedikit penjelasannya:

Kidung Manggala Bhakti
  1. Mengundang Ladang Kebajikan
  2. Berdoa kepada Je Tsongkhapa untuk datang dari Gaden ke hadapan kita, sehingga mereka bisa jadi Ladang Kebajikan untuk purifikasi dan akumulasi

  3. Doa 7 Bagian
    • Permohonan untuk tetap tinggal
    • Bayangkan takhta yang ditopang oleh 8 singa dengan teratai dan lapik bulan diatasnya dan Je Tsongkhapa duduk di sana yang sedang tersenyum dengan kita. Kita bayangkan kita persembahkan takhta (agar beliau tetap tinggal di sisi kita) yang berasal dari kebajikan kita, kemudian Je Tsongkhapa dan kedua murid utama beliau menerimanya dengan tersenyum, kemudian tahta ini melebur ke takhta utama.

    • Penghormatan
    • Dalam Gaden Lha Gyama, urutan penghormatannya dibalik, pertama kita menghormat kualitas batin (bangkitkan keyakinan), kemudian kualitas ucapan (ajaran) dan terakhir kualitas tubuh (dengan bernamaskara/ beranjali) Je Tsongkhapa.

    • Persembahan
    • Bayangkan dari jantung hati kita muncul sekumpulan dewi memberikan persembahan yang besar dan banyak kepada Je Tsongkhapa.

    • Pengakuan
    • Kita perlu membangkitkan 4 kekuatan purifikasi atas semua kesalahan yang telah kita lakukan sejak waktu tak bermula.

    • Bermudita
    • Permohonan Ajaran
    • Bayangkan kita sedang mempersembahkan roda emas dengan 1000 jari-jari yang muncul dari jantung hati kita dengan mengajukan permohonan kepada Je Tsongkhapa. Sebagai jawabannya, beliau tersenyum.

    • Dedikasi
  4. Persembahan Mandala
  5. Kita mempersembahkan kebajikan dan objek kemelekatan kita. Bayangkan kita secara mental meletakkan mandala di hadapan Je Tsongkhapa, di depan tahta beliau, kemudian beliau menerima persembahan dan permohonan kita dengan tersenyum.

5

Pelajari tentang penjelasan, manfaat, cara visualisasi praktik Gaden Lha Gyama melalui buku Pujian Dewa Dewi Tushita: Penjelasan Praktik Guru Yoga Je Tsongkhapa.

Cara Mempraktikkan Migtsema

MIGMEY TSEWEI TERCEN CENREZIG
DRIMEY KYEYPEI WANGPO JAMPEIYANG
GANGCHEN KYEYPEI TSUGGYEN TSONGKHAPA
LOZANG DRAGPEI SHABLA SOLWA DEB

Arya Avalokiteshvara, harta agung dari welas asih yang tak terbayangkan,
Arya Manjushri, yang mahir dengan kebijaksanaan tanpa noda,
Yang Mulia Tsongkhapa, mahkota permata para suci di tanah bersalju Tibet,
Kepada Yang Mulia Lobsang Dragpa di kaki-Mu aku memohon doa restu.

Pertama, kita memohon Je Tsongkhapa yang merupakan perwujudan guru spiritual kita untuk duduk di atas kepala kita. Sambil melafalkan migtzema, bayangkan amerta putih mengalir dari jantung hati Je Tsongkhapa memasuki bagian atas kepala kita membersihkan semua kesalahan, karma buruk, penyakit, dan hal buruk dari diri kita. Ini terjadi pada diri kita dan semua makhluk. Kemudian amerta kekuningan memasuki kepala kita sehingga usia, kebajikan, kebijaksanaan, pemahaman, dan semua kualitas bajik kita meningkat.

Pelajari lebih lanjut

Dapatkan teks Gaden Lha Gyama di

Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita
Aplikasi Sancita Playstore
Aplikasi Sancita Appstore

Sudah
Punya
Altar?

Undang Ladang Kebajikan ke rumahmu!

Sudah Punya Altar

Share