Sojong

Praktik Pengakuan Para Bodhisattva

Semua perbuatan buruk dimurnikan dengan sempurna dalam hal ini karena itu memulihkan (so) dan memurnikan (jong) kesalahan sepenuhnya. Sang Tathagata menyebut ini praktik Sojong.

—Komentar Ekstensif Kalyanamitra tentang Pertanyaan Vinaya

Menghargai kelahiran manusia yang sangat beruntung ini, seseorang akan berjuang melatih diri dalam jalan Bodhisattva dan Tantra demi menolong semua makhluk. Demi cepat meraih kualitas-kualitas seorang Buddha, praktisi berlatih dengan mengambil sila Bodhisattva dan Tantra.

Dalam sila-sila Bodhisattva, seseorang dilatih untuk menyempurnakan keenam paramita yang dibutuhkan untuk mampu membebaskan semua makhluk dari penderitaan, misalnya: tidak marah ketika menjadi objek kemarahan orang lain, menolong semua makhluk yang dilanda penderitaan mental, melatih meditasi konsentrasi, membaca buku Dharma, mengurangi hiburan-hiburan yang menghabiskan waktu, dan masih banyak lainnya.

Berapapun besarnya perjuangan menjaga diri dalam sila Bodhisattva dan Tantra, selama seseorang belum terbebas dari segala kotoran batin (klesha), ia akan berkali-kali melakukan karma buruk dengan melanggar sila-sila yang telah diambil.

Sojong Sangha monastik

Sojong Sangha monastik

Sojong Sangha monastik

Sojong Sangha perumah tangga

Sangha monastik memiliki kesempatan untuk memurnikan kesalahan dari pelanggaran sila mereka dengan melakukan sojong.

SOJONG (Skt.: poṣadha; Pal.: uposatha; Tib. གསོ་སྦྱོང་) adalah praktik yang pengakuan dan pemulihan sumpah yang patah dalam tradisi Buddhis yang biasa dilakukan dua kali sebulan pada hari dilakukan dua kali sebulan pada hari Uposatha (bulan baru dan bulan purnama). Praktik ini pertama kali dianjurkan Buddha saat memberikan khotbah Vinaya kepada Sangha monastik untuk memulihkan sumpah Pratimoksha mereka.

Namun, Sangha perumah tangga yang juga mengambil sila Bodhisattva dan Tantra tidak memiliki kesempatan ini. Menyadari akibat buruk pelanggaran terhadap sila Bodhisattva dan Tantra, Suhu Bhadra Ruci kemudian memohon izin pada Guru Dagpo Rinpoche untuk menggubah teks pemurnian sila Bodhisattva & Tantra untuk umat perumah tangga berdasarkan teks sojong Sangha.

Dengan ini, Kadam Choeling Indonesia kemudian menjadi satu-satunya komunitas yang mana Sangha monastik dan Sangha perumah tangga dapat melakukan sojong bersama-sama.

Sojong bersama-sama

Pelajari lebih lanjut

Rekomendasi panduan kebajikan lain


Share