Hormat kepada welas asih agung!
Hormat kepada para guru!
Hormat kepada para Istadevata yang menumbuhkan
Buang segala keraguan,
Hargailah praktik dengan sepenuh hati.
Hindari kantuk, kelesuan, kemalasan,
Selalu berupaya dengan viriya.
Dengan ingatan, kewaspadaan dan pengendalian diri,
Senantiasa jaga pintu-pintu indra.
Tiga kali setiap pagi, tiga kali di kala malam,
Senantiasa periksa batinmu.
Akui kesalahan diri sendiri,
Jangan cari kesalahan pihak lain.
Sembunyikan kebaikan diri sendiri,
Kabarkan kebaikan pihak lain.
Tinggalkan dorongan untuk mencari keuntungan dan kemasyhuran.
Lepaskan kemelekatan pada pamrih dan hormat
Memiliki sedikit keinginan, puas dengan apa yang dimiliki,
Dan membalas kebaikan yang engkau terima.
Latihlah cinta kasih dan welas asih.
Mantapkanlah Bodhicitamu.
Hindarilah sepuluh ketidakbajikan.
Kuatkan keyakinanmu.
Hancurkan kemarahan dan kesombongan,
Dan milikilah kerendahan hati.
Tinggalkan penghidupan salah,
Hiduplah dengan pencaharian yang sejalan dengan Dharma.
Buang kemelekatan pada harta benda,
Hiasi diri dengan perhiasan para Arya.
Tinggalkan semua kesibukan dan gangguan,
Dan tinggallah dalam pengasingan dan penyunyian.
Hindari percakapan tak berguna,
Senantiasa jaga kata-katamu.
Ketika engkau melihat guru atau pembimbing mulia,
Tawarkan pelayanan dengan bakti.
Kepada mereka yang mahir dalam Dharma,
Maupun para pemula dalam Sang Jalan.
Anggap semuanya sebagai guru-guru spiritualmu.
Kapanpun engkau melihat makhluk apapun,
Anggap mereka sebagai orang tua, anak, atau cucumu.
Tinggalkan teman yang menyesatkan,
Dan bersandarlah pada sahabat spiritual.
Tinggalkan segala permusuhan atau kecemasan,
Dan berbahagialah kemana pun engkau pergi.
Tinggalkan kemelekatan pada segala sesuatu,
Dan hiduplah tanpa kemelekatan.
Kemelekatan tidak hanya menjauhkanmu dari kelahiran bahagia,
Ia membunuh daya pembebasan itu sendiri.
Di mana pun engkau menemukan jalan menuju kebahagiaan,
Senantiasa berupaya untuk menerapkannya.
Apa pun tugas yang engkau ambil pertama,
Rampungkan ia terlebih dahulu.
Dengan cara ini, segala sesuatu akan berakhir baik;
Kalau tidak, engkau tak akan menyelesaikan keduanya.
Jangan pernah bersukacita dalam tindakan tidak bajik,
Kapan pun tinggi hati merayap masuk,
Seketika itu juga tundukkan keangkuhan,
Serta ingat kembali instruksi gurumu.
Ketika engkau merasa putus asa,
Bangkitkan semangatmu,
Senantiasa meditasikan kesunyataan [akan kedua perasaan tersebut].
Kapanpun objek kemelekatan atau kebencian muncul,
Anggap mereka sebagai ilusi dan emanasi.
Ketika engkau mendengar perkataan yang tak menyenangkan,
Anggap mereka sebagai [sekedar] gema.
Ketika engkau menderita luka jasmani,
Pandang mereka sebagai [hasil dari] karma lampau.
Tinggallah dalam penyunyian, jauh dari kota,
Ibarat bangkai seekor hewan liar,
Sembunyikan dirimu sendiri [dari yang lain],
Dan berdiamlah tanpa kemelekatan.
Senantiasa jaga dengan kokoh komitmenmu,
Dan ketika kemalasan atau sikap menunda-nunda muncul,
Pada saat itu hitunglah kesalahanmu,
Dan ingatlah intisarinya-apa yang harus ditinggalkan dan dilakukan.
Ketika engkau bertemu pihak lain,
Bicaralah dengan tenang dan jujur.
Hindari ekspresi cemberut dan tidak ramah.
Senantiasa tersenyum riang.
Kapanpun bertemu pihak lain,
Bebas dari kekikiran dan bergembira dalam kemurahan hati
Halau selalu iri hati.
Demi melindungi batin pihak lain,
Hindari semua perselisihan,
Dan pastikan engkau selalu bersabar.
Jangan menjilat dan menjadi sahabat yang mudah goyah,
Bersikaplah setia sepanjang waktu.
Jangan pernah menghina pihak lain,
Pertahankanlah sikap hormat.
Ketika menyampaikan nasihat kepada pihak lain,
Lakukanlah dengan welas asih dan niat tulus untuk membantu.
Jangan menanggalkan Dharma,
Kejarlah jalan yang mengilhamimu,
Melalui sepuluh bentuk praktik Dharma,
Berjuanglah tanpa membedakan siang dan malam.
Apa pun akar kebajikan yang dihimpun di ketiga masa,
Dedikasikan demi Pencerahan Agung yang tak tertandingi,
Bagi kebajikan tersebut dengan semua makhluk.
Selalu lafalkan doa aspirasi agung,
dalam Doa Tujuh Bagian.
Dengan berpraktik seperti ini, dua pengumpulan,
Kebajikan dan kebijaksanaan akan rampung dengan sempurna.
Begitu pula, dua halangan menjadi lenyap,
Pencapaian tubuh manusia ini menjadi bermanfaat,
Sehingga pencapaian Pencerahan tanpa tanding tercapai.
Permata keyakinan dan permata sila,
Permata takut-mendapat-malu dan tahu-malu.
Permata pembelajaran, permata kemurahan hati,
Permata kebijaksanaan, mereka berjumlah tujuh.
Jenis-jenis permata ini,
adalah tujuh harta yang tak pernah habis,
Jangan ungkapkan ini pada bukan-manusia.
Ketika dalam kerumunan, jaga kata-katamu;
Ketika sedang sendirian, periksa batinmu.
Next:
Teks Dharma lain