Lilin Puja

Ah, Sakitnya!
Guru Yang Baik, perhatikan aku yang menyedihkan ini—
Bagaimana aku bertindak dan menipu diri sendiri selama hidupku
Mohon perhatikan aku yang tidak sadar ini dengan welas asih
 
Inti nasihat untuk memberi Anda-Sendok Hati
Jagalah sedalam-dalamnya dalam hati nurani Anda
Jangan terganggu; jangan terganggu!
Renungkan keadaan hidupmu dari tetesan inti dari hatimu
 
Sejak samsara yang tak berawal, yang belum berhenti hingga sekarang,
Walaupun kamu telah mengalami siklus kelahiran yang tak terhingga—
Beraneka-ragam kebahagiaan dan penderitaan—
Kamu tetap tidak memperoleh sedikit manfaat pun darinya.
 
Dan walaupun sekarang ini kamu telah memperoleh kebebasan dan keberuntungan yang sangat sulit untuk ditemukan,
Setiap saat hingga sekarang, mereka berakhir dan hilang, menjadi kosong dan tidak berarti.
Sekarang ik kamu peduli terhadap dirimu sendiri,
Saatnya telah tiba untuk melatih inti kebahagiaan di masa yang akan datang—tindakan bajik.
 
Kamu terlihat sangat mahir, cerdik, pintar, tapi kamu bodoh
Selama kamu terpaku pada permainan anak kecil dari penampilan kehidupan ini
Tiba-tiba kamu dikalahkan oleh Raja Kematian yang menakutkan
Dan, tanpa harapan dan cara untuk bertahan, tidak ada yang dapat kamu lakukan.
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Karena kamu berpikir, “aku tidak akan meninggal selama beberapa saat, aku tidak akan meninggal selama beberapa saat,”
Ketika pikiranmu teralihkan oleh aktivitas kehidupan ini yang tak berujung,
Tiba-tiba Raja Kematian yang Menakutkan itu tiba,
Mengumandangkan, “Sekarang saatnya untuk mati.”
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Walaupun kamu membuat persiapan dengan mengatakan “besok” dan “besok”
Kemudian, tiba-tiba, kamu harus pergi. Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Dan tidak ada pilihan lain, meninggalkan kesemrawutan di belakangmu
Pekerjaan yang tertinggal, makanan dan minuman yang tertinggal, kamu harus berangkat.
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Tidak ada saat yang lain selain hari ini untuk memeprsiapkan tempat pergi tidur
Di atas kasur terakhir kamu jatuh bagaikan pohon tua,
Dan yang lain, tidak mampu mengembalikanmu dengan tangan lembut mereka,
Dengan menarik pakaian dan selimutmu.
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Bahkan jika tubuhmu terbungkus di dalam pakaian terbawah dan terluar,
Tetap saja kamu tidak memiliki kebebasan untuk memakainya kecuali hari ini.
Dan ketika tubuh itu menjadi kaku seperti bumi dan batu,
Kamu memegang mayatmu untuk pertama kalinya.
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Walaupun kamu berjuang untuk mengucapkan kata terakhirmu,
Keinginan dan ekspresimu yang menyedihkan
Sangat menyedihkan lidahmu mengering, dan kamu tidak dapat mengatakan dengan jelas—
Kesedihan yang amat sangat menguasaimu.
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Walaupun orang lain memasukkan makanan terakhirmu, benda-benda suci, dan relik-relik
Dengan sedikit air ke dalam mulutmu,
Kamu tidak dapat menelannya bahkan setetes pun,
Dan ini akan membanjiri dari mulut mayat.
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Walaupun dikelilingi oleh lingkaran kerabat dekat dan, sahabat sehati, dan mereka yang dekat dengan hatimu
Dan bahkan mereka mencintai dan menderita di saat kalian berpisah
Ketika menangis dan (mencengkeram/meleka)
Hanya kemudian, kamu harus berpisah selamanya
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Walaupun kamu mengalami halusinasi yang menakutkan seperti putaran ombak
Dan dikuasai oleh ketakuan yang menyiksa dan tak tertahankan
Walaupun amat menyedihkan, tidak ada yang bisa dilakuan
Penampilan kehidupan ini sedang meredup (seperti matahari)
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Walaupun dengan welas asih yang tak tertahankan dari Guru dan sahabat-vajramu
Memohon di telingamu supaya kebajikan yang berarti muncul di pikiranmu
Dan walaupun mereka memohonnya dengan pikiran cinta kasih
Tidak akan ada harapan: tak terbayangkan
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Dengan suara (serak yang terpaksa keluar), “sor...sor...” (pada saat kematian)
Pergerakan napasmu semakin cepat dan cepat
Kemudian putus seperti senar biola
Dan akhir hidupmu telah datang begitu dekat
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Akan tiba suatu saat ketika tubuh yang sangat disayang dan menyedihkan jika berpisah darinya
Disebut ‘mayat’—menjijikan dan membusuk
Dan suatu saat ketika tubuhmu, yang tidak betah di tempat tidur kasar dan matras
Diletakkan di atas tanah
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Akan tiba suatu saat ketika tubuhmu, yang tidak dapat menahan bahkan sekuntum jarum,
Dibelah hingga berkeping-kepin dan (dari tulang) dagingnya terkoyak,
Dan suatu saat ketika tubuhmu, tidak dapat menahan bahkan kutu
Di telan oleh burung dan anjing hingga tak bersisa.
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Walaupun kamu (menghadapi banyak masalah menghembuskan) “pur...pur...,” dalam pakaian yang paling indah di tubuhmu
Akan tiba suatu saat ketika tubuh itu diletakkan di rumah pembakaran,
Dan tubuhmu, yang tidak dapat menahan bahkan api dari (sebatang) dupa (yang membara)
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Akan tiba suatu pengumuman, “mendiang...”
Pada awal dan akhir nama harummu.
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Dan suatu saat ketika di sekelilingmu dipenuhi dengan suara isak tangis
Dari teman dekatmu yang penuh kasih sayang dan lingkaran pelayan
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Akan datang suatu saat ketika pakaian, topi, harta benda, dan warisan akan dibagikan
Tanpa sisa di empat penjuru dan sudut
Dan akan tiba suatu saat ketika, dalam kesendirian dan keputusaan
Kamu tiba di jalan ke bardo
Ini akan terjadi pada dirimu!
 
Terror-terror dari empat musuh menakutkan yang turun di hadapanmu akan tiba
Penampakan terjebak di bawah gunung batu dan reruntuhan,
Dan terkubur di bawah longsoran tanah yang menakutkan, apa yang harus dilakukan?
Pengalaman dari hati dan telinga dikoyak
Oleh suara desis dan retakan dari lautan api membara, apa yang harus dilakukan?
Pengalaman menakutkan dibungkus dan dihanyutkan oleh putaran anign akhir zaman yang gelap, apa yang harus dilakukan?
 
Ketika diseret oleh kekuatan angin merah Karma
Dan ditelan oleh kegelapan yang mengerikan, apa yang harus dilakukan?
 
Ketika kamu diikat dengan tali laso oleh utusan Yama
Dan, dalam keputusasaan, dibawa pergi, apa yang harus dilakukan?
 
Ketika kamu disiksa dalam berbagai cara menjijikan
Oleh agen karma kepala lembu, kalajengking, apa yang harus dilakukan?
 
Ketika kamu berhadapan dengan raja Yama, Raja Kematian
Da ia menimbang putih dan hitam—kebajikan dan ketidakbajikan perbuatanmu, apa yang harus dilakukan?
 
Ketika Yama membeberkan kebohonganmu dari telah menghabiskan kehidupan manusiamu dalam kemelekatan, kebencian, dan ketidaktahuan, apa yang harus dilakukan?
 
Ketika di pengadilan Yama, hukuman dari buah karma negatifmu (sedang divonis) , apa yang harus dilakukan?
 
Ketika tubuh telanjangmu dibaringkan di atas bersi merah membara di tanah api neraka , apa yang harus dilakukan?
 
Walaupun tubuhmu dipotong hingga berkeping-keping oleh hujan senjata
Tetapi harus kamu alami tanpa bisa meninggal, apa yang harus dilakukan?
 
Walaupun kamu dimasak di lelehan besi membara hingga dagingmu lepas dan tulangmu terurai, tetapi harus kamu alami tanpa bisa meninggal, apa yang harus dilakukan?
 
Walaupun tubuhmu dan api terbakar tak terpisahkan
Tetapi harus kamu alami tanpa bisa meninggal, apa yang harus dilakukan?
 
Ketika tubuhmu ditusuk oleh angin dingin yang mampu membekukan
Meretakkan hingga beratus-ratus keping, apa yang harus dilakukan?
 
Jatuh ke alam setan kelaparan yang menyedihkan dengan kelaparan dan kehausan,
Kamu harus menderita kelaparan selama bertahun-tahun, apa yang harus dilakukan?
 
Ketika kamu telah menjadi salah satu dari binatang yang bodoh, dungu, dan menyedihkan
Yang saling memangsa hidup-hidup, apa yang harus dilakukan?
 
Ketika penderitaan yang tak tertahankan dari alam setan telah menghampirimu, apa yang harus dilakukan?
 
Sekarang (juga)! Jangan teralihkan! (dengan suara yang terburu-buru)
“ la...ur...la...ur,”
Inilah waktunya untuk mengokohkan batinmu
Bukan hanya sekarang saja tetapi sekarang sudah hampir terlambat
Sekarang juga! Sekarang juga! “la...ur...la...ur,” [tanamkan pada dirimu dengan] usaha keras
 
Sila suci dari Guru, ayah yang baik hati
Hati dari pengarang kitab suci Losang Sang Pemenang
Latihan dari jalan murni dari sutra dan tantra yang lengkap
Sekarang saatnya untuk meletakkan pengalaman nyata pada arus pikiranmu
 
Siapa yang lebih cepat:
Yama, raja Kematian
Atau kamu, dalam praktek merealisasikan inti dari mimpi abadimu
 
Kebahagiaan baik dirimu maupun yang lain—sepanjangan yang bisa kamu raih tiap hari?
Menyatukan tiga pintu [dari tubuh, ucapan, dan pikiran]
Kerahkan seluruh usahamu dalam latihanmu.

 

Kolofon Asli:

Berdasarkan dorongan sebelumnya dari Ngawang Nyandrag, yang dengan sepenuh hati mengabdikan hidupnya untuk berlatih, serta desakan berulang dari bendahara Potala, yang mulia Pelzhi Kungo Sonam Kunga — yang baru-baru ini kembali mendesak saya dengan suara yang lembut — saya, yang dikenal dengan nama inkarnasi Phabongkha, menulis Kebutuhan Terdalam Hati: Dorongan bagi Diri Sendiri dan Orang Lain untuk Mengingat Ketidakkekalan di Biara Tashi Dechen, Thru, distrik Kong.

Semoga semua tujuan makhluk yang berkelana dalam samsara tercapai!

 

Kolofon Penerbit:

Sendok Hati (Eng.: Heart-Spoon/The Heart’s Utmost Need) ditulis oleh Phabongkha Rinpoche. Teks ini dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Kadam Choeling Bandung.

Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita

Share