Lilin Puja

Memanggil Guru dari Jauh


Phabongkha Rinpoche

Guru yang Maha Tahu, mohon anugerahkanlah yang terbaik untukku. (3X)

Kebijaksanaan terunggul mahasuka dari semua Buddha, yang tak terpisahkan dari Dharmakaya,
Demikianlah sifat tertinggi dari semua Guru yang baik hati.
Oh Guru yang merupakan Dharmakaya, dari lubuk hatiku yang terdalam, aku memohon pada-Mu,
Lindungilah aku selalu tanpa terpisahkan di kehidupan ini, mendatang, serta bardo!

Kebijaksanaan yang menunjukkan penampilan ilusi, para Penakluk dengan tujuh kualitas,
Demikianlah dasar tertinggi dari jelmaan semua Guru yang baik hati.
Oh Guru yang merupakan Sambhogakaya, dari lubuk hatiku yang terdalam, aku memohon pada-Mu,
Lindungilah aku selalu tanpa terpisahkan di kehidupan ini, mendatang, serta bardo!

Pertunjukan dalam berbagai jelmaan, sebanyak makhluk yang perlu ditaklukkan sesuai dengan kecenderungan mereka,
Demikianlah penampilan Sambhogakaya dari semua Guru yang baik hati.
Oh Guru yang merupakan Nirmanakaya, dari lubuk hatiku yang terdalam, aku memohon pada-Mu,
Lindungilah aku selalu tanpa terpisahkan di kehidupan ini, mendatang, serta bardo!

Pertunjukan dari Tiga Tubuh6 yang manunggal, muncul dalam bentuk Guru, Demikianlah intisari tunggal semua Guru yang baik hati.
Oh Guru yang tidak terpisahkan dari ketiga Tubuh, dari lubuk hatiku yang terdalam, aku memohon pada-Mu,
Lindungilah aku selalu tanpa terpisahkan di kehidupan ini, mendatang, serta bardo!

Begitu banyaknya istadewata yang damai dan murka juga pada dasarnya adalah Guru.
Karena tidak ada istadewata yang terpisah dari Guru yang baik hati,
Oh Guru yang memadatkan semua istadewata [menjadi satu], dari lubuk hatiku yang terdalam, aku memohon pada-Mu,
Lindungilah aku selalu tanpa terpisahkan di kehidupan ini, mendatang, serta bardo!

Bentuk umum dari semua Buddha menjelma sebagai Guru. Karena tidak ada Buddha yang terlihat terpisah dari para Guru yang baik hati,
Oh Guru yang memadatkan semua Buddha [menjadi satu], dari lubuk hatiku yang terdalam, aku memohon pada-Mu,
Lindungilah aku selalu tanpa terpisahkan di kehidupan ini, mendatang, serta bardo!

Ketika kebijaksanaan, welas asih, dan kekuatan semua Penakluk mewujudkan diri sebagai Guru,
Ketiga Arya Pelindung Terunggul juga merupakan Guru yang baik hati.
Oh Guru yang memadatkan Ketiga Pelindung menjadi satu, dari lubuk hatiku yang terdalam, aku memohon pada-Mu,
Lindungilah aku selalu tanpa terpisahkan di kehidupan ini, mendatang, serta bardo!

Seratus, lima, dan tiga keluarga, berapapun banyaknya yang dijelmakan, adalah Guru.
Sang Pemimpin-yang-mencakup semuanya, juga adalah Guru.
Oh Guru, yang merupakan Pemimpin semua Keluarga, dari lubuk hatiku yang terdalam, aku memohon pada-Mu,
Lindungilah aku selalu tanpa terpisahkan di kehidupan ini, mendatang, serta bardo!

Penghasil semua Buddha, Dharma, dan Sangha adalah Guru.
Yang Serba Memadai, yang menggabungkan ketiga Objek Perlindungan adalah Guru yang baik hati.
Oh Guru yang mencakup semua Objek Perlindungan, dari lubuk hatiku yang terdalam, aku memohon pada-Mu,
Lindungilah aku selalu tanpa terpisahkan di kehidupan ini, mendatang, serta bardo!

Memikirkan bahwa wujud semua Buddha, muncul dalam aspek Guru, kemudian merawatku dengan welas asih, membuatku ingat pada-Mu, Oh Guru.

Memikirkan bahwa Engkau mengajarkan Jalan unggul yang tanpa kesalahan, kepadaku, seseorang yang tidak beruntung, menyedihkan, dan telah ditinggalkan oleh semua Buddha, membuatku ingat pada-Mu, Oh Guru.

Memikirkan bahwa aku ingin mengambil manfaat penuh dari kehidupan [sebagai manusia] yang luar biasa ini, yang sangat bermakna dan sulit untuk diperoleh, dengan memilih secara tepat, [mana yang] bermanfaat dan mana yang tidak, [mana yang membawa] kebahagiaan dan [mana yang membawa] penderitaan, membuatku ingat pada-Mu, Oh Guru.

Memikirkan bahwa aku tidak akan tahu apa yang harus dilakukan ketika kematian yang sangat mengerikan tiba-tiba menimpaku membuatku ingat pada-Mu, Oh Guru.

Memikirkan bahwa aku akan tiba-tiba berpisah dari semua hal baik dalam hidup ini dan akan melanjutkan [perjalanan] sendirian, membuatku ingat pada-Mu, Oh Guru.

Memikirkan bahwa tubuhku akan jatuh telanjang ke dalam api neraka yang sungguh menyeramkan dan ketidakmampuanku untuk menahannya, membuatku ingat pada-Mu, Oh Guru.

Memikirkan bahwa di alam rendah setan kelaparan, aku akan didera kelaparan dan kehausan, tanpa bisa menemukan setetes air pun, membuatku ingat pada-Mu, Oh Guru.

Memikirkan seperti apa rasanya menjadi hewan yang bodoh, dungu, jelek dan malang, membuatku ingat pada-Mu, Oh Guru.

Memikirkan sebuah perlindungan yang akan melindungiku dari semua itu, karena aku sudah berada di ambang kejatuhan ke dalam penderitaan alam-alam rendah, membuatku ingat padaMu, Oh Guru.

Memikirkan akibat dari karma putih dan hitam, serta cara berlatih yang benar untuk menolak [yang hitam] dan menjalankan [yang putih] secara detil, membuatku ingat pada-Mu, Oh Guru.

Memikirkan sebuah cara membebaskan diri dari penjara keberadaan [samsara] yang tak bertepi, sumber dari semua penderitaan, membuatku ingat pada-Mu, Oh Guru.

Memikirkan bahwa ibu-ibuku yang renta dan malang, yang [jumlahnya] seluas angkasa, terperosok dan tersiksa dalam pusaran samudera keberadaan yang menakutkan, membuatku ingat pada-Mu, Oh Guru.

Oleh karena itu, Oh Guru berkahilah aku agar pengalaman spiritual mendalam yang tanpa upaya akan Tiga Prinsip Utama Sang Jalan dan Dua Tahapan, bangkit dalam kesinambungan batinku.

Dengan keinginan kuat untuk keluar dari samsara, demi mendapatkan keadaan aman, yakni pembebasan, mohon berkahilah aku agar dapat berjuang mempraktikkan Tiga Latihan dengan konsentrasi penuh.

Dengan mengambil Pikiran Unggul untuk membebaskan semua makhluk hidup dengan tanganku sendiri, mohon berkahilah aku untuk membangkitkan permata Batin Pencerahan yang terunggul.

Dengan keteguhan hati untuk menyempurnakan aktivitas luas Putra Penakluk, mohon berkahilah aku untuk mengikuti jejak langkah samudra Penakluk.

Mohon berkahilah agar aku merealisasikan Pandangan Terunggul, yang terbebas dari dua ekstrem, di mana kesunyataan dan kesalingbergantungan, penampakan dan kesunyataan, adalah saling mendukung dan menguatkan satu sama lainnya.

Mohon berkahilah agar aku segera merealisasikan kematangan [tahap pembangkitan] yang mengubah basis: kelahiran, kematian, dan bardo, menjadi jalan untuk mencapai Tiga Tubuh.

Ketika berkat angin dan batin memasuki saluran tengah, keempat kenikmatan mengalami keempat sunyata, maka mohon berkahilah aku agar bangkit sebagai tubuh ilusi Istadewata.

Mohon berkahilah agar aku bertemu dengan Guru dalam makna tertinggi, [yakni] wajah telanjang dari batin asaliku, dengan kulit subjek—objek [sejati] yang telah terkelupas.

Mohon berkahilah agar setelah perkembangan kedua jenis halangan telah habis, aku menyatu dengan ketiga rahasia-Mu di dalam mahasuka Dharmakaya.

Singkatnya, hingga aku mencapai Pencerahan Tertinggi, mohon Guru bersemayam secara tak terpisahkan di dalam hatiku, dan dengan welas asih, mohon berkahilah aku, agar aku, sang anak, dapat mengikuti-Mu, sang Ayah.

Guru yang Maha Tahu, mohon anugerahkanlah yang terbaik untukku. (3X)

Memanggil Guru dari Jauh: Sebuah Ratapan untuk dengan Cepat Mendapatkan Berkah dari Guru yang Manunggal dengan Tiga Tubuh disusun oleh Phabongkha Trulku atas permintaan yang sungguh-sungguh, dengan persembahan 300 koin perak dari Biksu Lobsang Rabgye dari Biara Bom Dah di tanah yang jauh dari Tsawa. Penulisnya adalah Biksu Lobsang Dorje dari biara Chokor di Den berdoa semoga kebajikan, kebahagiaan, dan kesejahteraan yang baik berkembang.

Pertama kali diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia oleh Tim Dharma Center Kadam Choeling Bandung pada 1999, di Vihara Vimala Dharma Bandung. “Didedikasikan untuk semua siswaku agar semoga segera bertemu kembali dengan Guru Akar mereka yang penuh dengan welas asih dan mulia. Kemudian, dialihaksarakan (dari Bahasa Tibet) dan diterjemahkan ulang oleh biksu Lobsang Gyatso, pada hari Senin, 9 Maret 2020 di Pusdiklat Jina Putra Tushitavijaya, Sumberoto, Donomulyo, Malang pukul 22:40 WIB. “Semoga menjadi berkah, kebahagiaan dan kemuliaan bagi Kyabje Dagpo Lama Rinpoche."

Kemudian, disunting lagi oleh Prawirawara Jayawardhana di Caitya Cudamani, selesai pada 21 Juli 2021, di pagi hari yang berawan, 08.22 WITA, dengan merujuk pada versi Bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh Rosemary Patton di bawah bimbingan Yang Mulia Guru Dagpo Rinpoche di Guepele Institute, 18 Oktober 2010. “Semoga kita semua senantiasa tidak pernah terpisahkan, di dalam semua kehidupan kita, dari Guru kita yang termulia dan tercinta, yakni Yang Mulia Biksu Bhadra Ruci dan Yang Mulia Guru Dagpo Rinpoche."

Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita

Share