Lilin Puja

Ikrar Bodhisattva dari Bodhisattva-bhumi


Arya Asangha

IKRAR PANTANGAN mencakup tujuh jenis Ikrar Pratimoksa yang diambil secara otentik dan sah, yaitu ikrar-ikrar: 

  1. Biarawan yang mengambil pentahbisan penuh [Biksu] 
  2. Biarawati yang mengambil pentahbisan penuh [Biksuni] 
  3. Biarawan yang mengambil pentahbisan gali sebagian [Sramanera]
  4. Biarawati yang mengambil pentahbisan sebagian [Sramaneri] 
  5. Praktisi yang menjalani masa percobaan [Siksamana] 
  6. Praktisi umat awam laki-laki yang melaksanakan Panca Ikrar Buddhis [upasaka] 
  7. Praktisi umat awam perempuan yang melaksanakan Panca Ikrar Buddhis [upasika] 

Anda haruslah mengetahui mana di antara tujuh jenis Ikrar Pratimoksa di atas yang merupakan ikrar praktisi umat awam dan ikrar praktisi yang ditahbiskan. 

IKRAR MENGHIMPUN MENGHIMPUN KEBAJIKAN mencakup semua kebajikan yang dikumpulkan dalam rangka mencapai pencerahan agung, baik yang dilakukan melalui tubuh jasmani maupun ucapan.

  1. Upaya-upaya para Bodhisattva untuk belajar dan merenung, memeditasikan ketenangan batin [samatha] dan pandangan mendalam [vipashyana], serta bersuka-cita dalam menjalani hidup sebagai pertapa
  2. Setiap ada kesempatan, ikrar menghimpun kebajikan mencakup ucapan penuh hormat kepada Guru-Guru Spiritual, membungkuk penuh hormat kepada mereka, bergegas bangkit [ketika mereka datang] dan beranjali. Dengan cara yang sama, ketika kesempatan telah datang, ikrar ini mencakup tindakan melayani Guru-Guru dengan sikap hormat. Termasuk ke dalam ikrar ini adalah menjaga orang yang sedang sakit, merawat mereka dengan penuh welas asih. Demikian pula dengan sikap berterima kasih kepada orang lain atas ucapan-ucapan mereka yang berharga.
  3. Secara menyeluruh dan sepenuh hati memuji orang-orang yang memiliki kualitas luar biasa di dalam dirinya. Setelah membangkitkan kekaguman sepenuh hati terhadap semua kebajikan yang dilakukan oleh semua makhluk di kesepuluh penjuru, ikrar ini mencakup tindakan ber-mudita dan mengungkapkan kekaguman tersebut dengan kata-kata [mengucapkannya].
  4. Setelah merenungkan semua bahaya yang ditimpakan oleh makhluk lain kepada dirinya, ikrar menghimpun kebajikan adalah tindakan menerima dan memaafkan perilaku buruk yang ditimpakan oleh makhluk lain tersebut.
  5. Sepenuhnya melimpahkan jasa kebajikan yang telah maupun yang belum dihimpun, baik melalui tindakan fisik, ucapan, maupun batin, dan didedikasikan pada pencerahan unggul yang lengkap dan sempurna. Ketika kesempatan telah tiba, ikrar ini juga mencakup tindakan mengajukan berbagai doa dan permohonan dengan tulus.
  6. Menghaturkan dan menyusun benda-benda persembahan kepada Sang Triratna.
  7. Senantiasa menerapkan kebajikan secara terus-menerus dan tanpa jeda, berikut senantiasa bersemangat dan berhati-hati serta bersungguh-sungguh.
  1. Terdiri dari: 
    1. Selalu menjaga ikrar-ikrar dan dengan kewaspadaan serta ingatan menjalankan ikrar-ikrar tersebut melalui tindakan fisik dan ucapan
    2. Mengendalikan "pintu-pintu indra"
    3. Makan secukupnya 
    4. Berupaya melatih diri tanpa tidur di awal serta di penghujung hari
    5. Bertumpu kepada makhluk-makhluk suci dan Guru-Guru spiritual
    6. Menyadari sepenuhnya kesalahan diri sendiri dan mengakui kesalahan sebagai kesalahan; dengan menyadari dan mengakui kesalahan, maka kesalahan tersebut bisa ditanggalkan
    7. Mengakui bahwa kesalahan adalah perilaku yang buruk kepada para Buddha, Bodhisattva, dan sahabat-sahabat yang menjalani hidup sesuai Dharma 

Ikrar menghimpun kebajikan para Bodhisattva adalah ikrar di mana kebajikan dicapai, dipertahankan, dan ditumbuh-kembangkan dengan cara-cara yang disebutkan di atas. 

IKRAR MENOLONG MAKHLUK LAIN

  1. Menolong orang lain untuk mencapai berbagai jenis tujuan yang bermakna; menolong makhluk lain mengatasi penderitaan apa pun yang sedang mereka alami, seperti sakit dan sebagainya, dengan cara merawat mereka, dan sebagainya.
  2. Antara aktivitas spiritual dan tujuan-tujuan duniawi, seorang Bodhisattva haruslah mendahulukan aktivitas mengajarkan Dharma dan menunjukkan metode-metode yang sejati, serta menjelaskan alasan-alasannya.
  3. Menunjukkan rasa berterima-kasih dan memberikan perhatian kepada orang-orang yang telah memberikan bantuan, merawat mereka dan membalas budi baik mereka dengan cara yang setimpal.
  4. Melindungi semua makhluk dari segala jenis ketakutan: ketakutan yang bersumber dari singa, harimau, pihak penguasa, pencuri dan perampok, air, api, dan sebagainya.
  5. Meringankan penderitaan orang-orang yang sedang mengalami kesusahan berkaitan dengan kekayaan atau orang-orang yang mereka cintai.
  6. Memenuhi kebutuhan pokok fakir-miskin, sesuai dengan yang mereka perlukan.
  7. Menyediakan tempat tinggal yang ideal, membentuk komunitas-komunitas Dharma. 
  8. Menyapa orang lain dan bercakap-cakap ham dengan mereka; sepenuhnya menyenangkan hati orang lain, kadang-kadang menjenguk mereka dan menerima pemberian makanan, minuman, dan sebagainya, dari mereka; berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial; datang dan pergi atas dasar izin dan undangan; singkatnya, mengesampingkan segala perbuatan tak bermakna dan tak bajik, dan semata-mata memenuhi harapan makhluk lain.
  9. Mengumandangkan kualitas-kualitas unggul orang lain, dengan atau tanpa kehadiran orang tersebut, sebuah tindakan ucapan yang akan menyenangkan hati mereka.
  10. Dengan cara yang sama, mengalihkan mereka dari ketidakbajikan dan benar- benar menuntun mereka pada kebajikan, dengan perasaan yang diliputi oleh hati yang baik dan penuh kehangatan serta niat yang mulia, mengecilkan peran mereka yang harus menebus kesalahannya, memastikan mereka menebus kesalahannya atau mengeluarkan mereka. 
  11. Secara langsung menunjukkan makhluk- makhluk neraka dan sebagainya kepada mereka, dengan menggunakan kesaktian-kesaktian, mencegah mereka berbuat jahat serta menuntun mereka untuk mempraktekkan Buddhadharma, memenuhi diri mereka dengan aspirasi, suka cita, dan rasa takjub. 
Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita

Share