Lilin Puja

Doa Terlahir di Sukhavati


(Dewacen Du Kyewei)
  1. Engkau bertindak luar biasa memberi kejayaan tanpa akhir bagi para makhluk, yang siapapun hanya semata mengingat-Mu melenyapkan teror dari Raja Kematian, yang menganggap setiap makhluk hidup sebagai anaknya dengan cinta kasih yang terus menerus, oh Yang Hidup Tanpa Batas, Buddha Amitayus, Guru bagi para dewa dan manusia aku menghormat.
  2. Berlandaskan cinta kasih, aku akan melantunkan sebaik yang ku bisa, doa ini bagi kelahiran kembali di alam Sukhavati, alam yang secara luhur nan agung, dipuja dan puji dengan sangat baik, tak terhitung jumlahnya oleh para pertapa suci.
  3. Keadaan baik dan jahat dikaburkan oleh kabut ketidaktahuan, majunya kehidupan dirampas oleh senjata kemarahan, terkungkung dalam penjara samsara oleh nafsu dan keinginan, terhanyut ke dalam lautan keberadaan oleh arus sungai karma.
  4. Dilempar oleh banyak serpihan penyakit, usia tua, dan penderitaan, dihancurkan oleh beban-beban penderitaan yang tak diharapkan, dicabik oleh taring Sang Raja Kematian, inilah tangisan deritaku yang tiada perlindungan.
  5. Bilamana aku menghormat kepada-Mu sebagai saksi atas doaku, Amitabha, Cahaya Tanpa Batas, satu-satunya teman bagi mereka yang papa, Avalokitesvara dan Bodhisattva Mahasthamaprapta, beserta dengan para pengiring-Mu aku memohon.
  6. Yang tak pernah ingkar terhadap tekad Mereka pada pencerahan agung, demi kita walau melalui kalpa tak terbatas, bagaikan sang raja burung menukik dari angkasa, semoga mereka kemari dengan cinta kasih dan kekuatan kesaktian- Nya.
  7. Tergantung pada kekuatan memusatkan diri pada penggabungan samudera dua gudang pengumpulan kebajikan dan kebijaksanaan diriku dan semua makhluk saat lampau, kini, dan akan datang, maka seandainya aku dekat dengan waktu kematian, semoga aku melihat secara langsung pada Sang Pemimpin Amitabha yang dikelilingi oleh rombongan-Nya seperti dua Bodhisattva putra spiritual yang penuh kekuatan, dan semoga aku merasakan keyakinan yang mendalam terhadap Beliau yang jaya beserta pengiring-Nya tersebut.
  8. Semoga aku bebas dari duka lara yang menyedihkan dan dapat memutuskannya; dan semoga aku senantiasa ingat tanpa meninggalkan keyakinanku dan objek-objeknya, dengan demikian sesaat setelah kematianku, aku bertumpu pada delapan Bodhisattva yang datang secara gaib untuk menunjukan kepadaku jalan yang sempurna menuju Sukhavati. Semoga aku dilahirkan di atas teratai permata di alam Sukhavati bagaikan seorang dengan indera-indera yang unggul dalam Silsilah Mahayana.
  9. Sejak kelahiran kembaliku di sana, semoga aku mencapai daya ingatan,
  10. samadhi, semangat penerangan agung yang tanpa syarat, kefasihan berbicara yang tak pernah padam, dan gudang segala kualitas terbaik yang tiada batas, serta menyenangkan yang tiada banding Yang Mulia Guru Amitabha dengan para Buddha dan Bodhisattva di sepuluh penjuru. Semoga aku benar-benar diistimewakan dengan sabda suci Mahayana!
  11. Semoga aku mengerti dengan benar segala aspek ajaran Mereka, lalu masing- masing ajaran tersebut dengan cepat dilalui tanpa halangan melalui kekuatan gaib menuju alam-alam para Buddha yang unggul. Semoga aku dengan lengkap memenuhi segala kegiatan yang bersemangat dari para Bodhisattva.
  12. Meskipun dilahirkan di alam murni, aku tiada berubah, dengan dimotivasi oleh cinta kasih yang paling dalam, aku akan terus maju ke alam-alam yang tidak murni dengan menggunakan berbagai kekuatan gaib yang tak terhalang-halangi, serta menyesuaikan diri pada keberuntungan masing-masing makhluk hidup dengan Dharma yang sesuai dengan banyaknya mereka. Semoga aku dapat menempatkannya pada jalan murni yang dipuji oleh para Penakluk.
  13. Bertindak dengan cepat dan menyempurnakan kegiatan-kegiatan gaib tersebut, semoga aku dengan mudah mencapai kesempurnaan Kebuddhaan demi semua makhluk yang tak terbatas jumlahnya.
  14. Tatkala energi hidupku lepas, semoga aku menjaganya dengan jelas di hadapanku Sang Buddha Amitabha yang dikelilingi oleh samudera pengiring sehingga keberadaanku dipenuhi dengan keyakinan dan welas asih.
  15. Sejak saat ketika penglihatan-penglihatan alam bardo muncul, semoga delapan Bodhisattva menunjukan jalan yang tanpa kesalahan. Setelah dilahirkan di Sukhavati, dengan penjelmaan-penjelmaan, semoga aku memimpin semua makhluk di dunia-dunia yang tidak murni.
  16. Di semua kehidupan sebelum mencapai kesempurnaan agung demikian, semoga aku mencapai hanya perwujudan yang cocok untuk mempraktikkan kesempurnaan belajar, merenung, dan meditasi baik secara ucapan maupun pencapaian ajaran Sang Penakluk.
  17. Semoga perwujudan-perwujudanku demikian tak terpisahkan dari tujuh perhiasan keunggulan yang tinggi!
  18. Dalam situasi demikian, semoga aku mencapai ingatan akan kehidupan lampau dengan akurat!
  19. Dalam semua kehidupan tersebut, semoga aku mengalami Kesunyataan di setiap keberadaan dan dimotivasi oleh pemikiran-pemikiran mempesona akan pembebasan teragung, dan semoga aku melepaskan keduniawian dan masuk dalam kehidupan religius yang disiplin sebagaimana telah diajarkan oleh Sang Bhagava!
  20. Setelah meninggalkan kehidupan duniawi, semoga aku meraih semangat agung pencerahan dengan secara sungguh-sungguh menyelesaikan perilaku etis dan bermoral, murni suci bahkan bebas dari pelanggaran terkecil sekalipun, dan semoga aku menjadi seperti biksu yang tak tergoncangkan oleh godaan!
  21. Lebih jauh lagi, di semua kehidupan tersebut, setelah memahami proses-proses pencemaran batin dan pemurniannya secara akurat, semoga aku mencapai daya ingat yang sempurna yang ingat selalu tanpa melalaikan semua sabda dan makna ajaran, yang merupakan faktor-faktor kesempurnaan!
  22. Semoga aku mencapai kemampuan menjelaskan ajaran murni secara tiada habis-habisnya dan mengajarkan makhluk lain apa yang telah aku pahami sendiri!
  23. Lebih jauh lagi, di semua kehidupan itu semoga aku tak pernah jauh dari pencapaian pintu-pintu samadhi seperti para Pahlawan, memiliki mata dan kualitas fisik lainnya, serta pengetahuan kemampuan gaib seperti pengetahuan atas kekuatan batin!
  24. Lebih jauh lagi, di semua kehidupan itu semoga aku mencapai kebijaksanaan yang lebih besar yang mampu meraih secara spontan di kehidupan berikutnya kelahiran dengan delapan kebebasan dan sepuluh keberuntungan.
  25. Semoga aku mencapai kebijaksanaan jelas yang dapat membedakan dengan tepat dan tanpa kebingungan terhadap sisi-sisi halus dari yang paling halus atas kesalahan maupun pemurnian.
  26. Semoga aku dengan cepat mencapai kebijaksanaan yang dapat secara lengkap menghentikan saat munculnya segala ketidakpahaman, kesalahpahaman, dan pertimbangan-pertimbangan yang membingungkan.
  27. Semoga aku mencapai kebijaksanaan mendalam yang menembus secara gaib sabda dan makna berbagai kitab suci yang tak tertandingi siapa pun.
  28. Singkatnya, semoga aku seperti Yang Suci Manjughosha yang menyempurnakan semua kegiatan para Bodhisattva melalui kebijaksanaan-Nya, ahli membebaskan yang memahami sabda dan makna ajaran, kebijaksanaan yang bebas dari semua kesalahan yang dimiliki kebijaksanaan palsu.
  29. Maka, setelah dengan mudah menemukan kebijaksanaan yang sangat dalam, cepat, jelas dan agung, semoga aku tak tertanding dalam penjelasan, pendapat sanggahan, komposisi berkaitan dengan semua ajaran Penakluk, yang berturut-turut merupakan faktor-faktor bertahannya keberuntungan, mencerca para filosof salah, dan membuat bahagia para arif bijaksana!
  30. Lebih jauh lagi, dalam semua kehidupan semoga aku menghentikan semua sikap yang menggenggam kepentingan-kepentinganku sendiri sebagai yang terpenting dan juga menghentikan semua rasa malas dan gentar untuk melakukan kegiatan para Bodhisattva dengan penuh semangat, melainkan aku akan meraih yang agung yaitu hati yang penuh kekuatan dahsyat yang menanggung kepentingan-kepentingan makhluk lain, semoga aku menjadi seperti Yang Suci Avalokitesvara, yang menyempurnakan semua kegiatan Bodhisattva melalui semangat untuk Pencerahan yang ahli dalam teknik pembebasan!
  31. Lebih jauh lagi, semoga aku meraih puncak praktik Bodhisattva dengan keahlian yang memadai dalam teknik membebaskan untuk menaklukan setan-setan jahat, para kaum fundamental dan kaum antagoni, dengan demikian aku akan terlibat demi kepentinganku dan makhluk lain, menjadi seperti Yang Suci Penguasa dari semua ilmu gaib, Vajrapani!
  32. Dalam semua kehidupanku, semoga aku mencapai Pencerahan Agung melalui viriya yang tak pernah menyimpang sedikitpun dari awal hingga sempurnanya praktik Bodhisattva yang dengan sekuat tenaga meninggalkan semua kemalasan.
  33. Semoga aku menjadi seperti Raja Dharma dari suku Sakya. Semoga di semua kehidupanku aku menjadi seperti Raja Buddha Pengobatan, Bhaisajya Guru, yang sanggup menyembuhkan segala kesakitan tubuh, ucapan, dan batin, hanya dengan mengucapkan nama-Nya, dengan menaklukan semua penyakit raga dan jiwa yang menghalangi pencapaian Pencerahan!
  34. Semoga di semua kehidupanku aku seperti Yang Jaya Amitayus, dapat mengatasi semua kematian yang belum waktunya hanya dengan mengucapkan nama-Nya, yang meraih keagungan pengendaliaan untuk bebas menentukan jangka hidup!
  35. Ketika penghalang kehidupan mendekat, semoga aku dijaga oleh perwujudan pelindungku Amitayus yang muncul dari tubuh-Nya yang selaras dengan etika moralitas melalui cara-cara dari keempat aktivitas-Nya, dan semoga semua penghalang dilenyapkan tatkala aku melihat tubuh itu.
  36. Sebagaimana penglihatan perwujudan tubuh-Nya yang selaras dengan disiplin moral, semoga aku mengenali-Nya sebagai Sang Pelindung Amitayus dan membangkitkan keyakinan yang mantap dan bukan dibuat-buat. Dengan kekuatan tersebut, semoga aku tidak pernah gagal mempunyai karya Yang Jaya Amitayus yang dengan langsung menjadi sahabat spiritual di sepanjang hidupku.
  37. Lebih jauh lagi, semoga teman-teman Dharma yang telah matang dalam jalan Mahayana, akar dari semua kebajikan duniawi maupun spiritual, bersuka cita denganku, dan merawatku sepanjang semua kehidupanku!
  38. Ketika Beliau menjagaku, semoga aku mencapai keyakinan yang tak terpatahkan kepada Sahabat spiritual tersebut dan semoga aku hanya menyenangkan Beliau melalui semua pintu perbuatan!
  39. Semoga aku tidak menyebabkan ketidakbahagiaan-Nya walaupun sebentar!
  40. Semoga aku tidak dititahkan dengan instruksi yang tidak lengkap oleh sahabat spiritualku baik dalam bentuk semua nasihat dan perintah!
  41. Semoga aku dapat mengerti dengan tepat semua makna dari semua ajaran tersebut dan menyempurnakan-Nya dengan melaksanakannya!
  42. Semoga aku tidak tenggelam dalam pengaruh teman-teman yang bukan spiritual dan yang penuh dengan kejahatan walau hanya dalam sesaat!
  43. Dalam semua hidupku, semoga aku menyadari keyakinan mantap pada hukum sebab akibat (hukum karma), pelepasan pada kehidupan samsara, semangat mencapai pencerahan agung (bodhicitta), dan pandangan benar. Semoga aku masuk dalam aktivitas Dharma secara terus menerus tanpa susah payah.
  44. Apapun akar kebajikan yang telah kubuat baik dalam perbuatan fisik, ucapan maupun mental di sepanjang hidupku, semoga itu semua menjadi sebab hanya untuk kepentingan-kepentingan makhluk lain dan pencerahan yang murni!
  45. Doa dedikasi terdapat di buku Kidung Manggala Bakti.

Doa ini adalah karya Terpelajar dari wilayah Timur, Je Tsongkhapa Lobsang Drakpa Pel, di Biara Dzing-ji, 1935. Dialihaksarakan dan diterjemahkan oleh Biksu Lobsang Gyatso di Dharma Center Kadam Choeling, Bandung, akhir Juli 2011.

Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita

Share