Lilin Puja

Doa Arya Maitreya


(Jampei Moenlam)

Aku memberi hormat kepada seluruh Buddha dan Bodhisattva!

Ananda, Sang Bodhisattva, Sang Makhluk Agung Maitreya, setelah membuat janjinya, di masa lampau, ketika menjalankan praktik Bodhisattva; tiga kali di pagi hari dan tiga kali di malam hari, setelah menyandangkan jubah pada sebelah bahu-Nya, berlutut di tanah dengan lutut kanan, ber-anjali, kemudian merumuskan aspirasi Beliau dalam kalimat berikut:

  1. Kepada seluruh Buddha, aku memberi hormat, kepada para Resi yang teranugerahi oleh mata batin, kepada para Bodhisattva, juga kepada para Pendengar (Shravaka), aku memberi hormat.
     
  2. Kepada Mereka yang membalikan jalan menuju alam-alam rendah, dengan sempurna menunjukan jalan untuk menuju ke kelahiran yang lebih tinggi, yang membimbing [kita] menuju ke [keadaan] yang bebas dari usia tua dan kematian. Kepada para Bodhisattva aku memberi hormat.
     
  3. Semua perbuatan buruk yang telah kulakukan, yang dipengaruhi oleh keadaan batin [ku yang negatif], di hadapan para Buddha, aku mengakuinya.
     
  4. Dengan simpanan nilai kebajikan yang telah kuhasilkan, dengan berbagai cara dari ketiga jenis aktivitas, dengan benih kemahatahuanku, semoga aku mencapai pencerahan yang tiada habis-habisnya!
     
  5. Di dunia-dunia di kesepuluh penjuru, apapun persembahan yang telah dibuat untuk para Buddha, diketahui dan disukai oleh para Buddha, aku juga bersukacita.
     
  6. Aku mengakui semua perbuatan salah, aku bersukacita atas semua nilai kebajikan, aku memberi hormat kepada para Buddha, semoga aku mencapai kebijaksanaan superior yang unggul.
     
  7. Aku memohon kepada para Bodhisattva, yang berdiam di tingkat ke-10, di kesepuluh penjuru, untuk mencapai Kebuddhaan, pencerahan yang tertinggi.
     
  8. Setelah mencapai Kebuddhaan – pencerahan yang berharga, menaklukan mara beserta bala tentaranya, dengan suatu cara perbaikan untuk seluruh makhluk hidup, semoga Engkau memutar roda hukum (Dharma).
     
  9. Semoga suara genderang Dharma yang agung, membebaskan makhluk hidup dari penderitaan mereka. Semoga Engkau tetap tinggal, mengajarkan Dharma, selama berjuta-juta kalpa yang tak terhitung.
     
  10. Mereka yang terperangkap dalam kubangan nafsu keinginan, terikat dengan kuat oleh tali kemelekatan, terkekang oleh setiap ikatan, aku memohon kepada para Buddha yang tertinggi untuk memperhatikan dengan saksama.
     
  11. Mereka yang dipengaruhi oleh kekotoran batin, para Buddha [mohon] jangan tinggalkan. Semoga Mereka yang teranugerahi welas asih untuk para makhluk, membebaskan para makhluk tersebut dari samudera samsara.
     
  12. Mereka yang sekarang berdiam dalam Kebuddhaan yang sempurna, [para Buddha] dari masa lampau dan mereka yang belum muncul, dengan mengikuti teladan Mereka, semoga aku mempraktikan perilaku Bodhisattva.
     
  13. Setelah mencapai keenam kesempurnaan dengan lengkap, semoga aku membebaskan keenam kelas makhluk. Setelah mendapatkan keenam kekuatan supranormal, semoga aku mencapai pencerahan tertinggi.
     
  14. Sudah menjadi sifatnya bahwa tiada yang telah muncul, tiada yang akan muncul, tiada yang eksis [saat ini], tiada [objek] yang berdiam, tiada subjek, tiada suatu hal yang eksis, semoga aku merealisasi Kesunyataan fenomena.
     
  15. [Pada akhirnya] seperti tidak ada Buddha, tidak ada resi yang agung, tidak ada makhluk [biasa], tidak ada kehidupan, tidak ada makhluk hidup dan tidak ada yang hidup; semoga aku merealisasi ke-tanpa-aku-an.
     
  16. Bebas dari kemelekatan pada diri sendiri dan memegang [sesuatu] sebagai milik pribadi, berkaitan dengan semua fenomena, dengan suatu cara perbaikan untuk semua makhluk, terhindar dari kekikiran, semoga aku mempraktikan dana.
     
  17. Bebas dari kemelekatan pada benda-benda sebagai benda-benda, semoga aku mendapatkan barang-barang milik pribadi secara spontan, karena semua hal akan mengalami kehancuran, semoga aku mencapai dana pāramitā dengan lengkap.
     
  18. Dengan etika yang dijalankan, bebas dari kesalahan, dianugerahi dengan displin moral (śīla) yang sempurna, dengan menggunakan etika yang bebas dari kesombongan, semoga aku mencapai śīla pāramitā dengan lengkap.
     
  19. Dengan kesabaran dan ketanpa-kebencian, yang serupa dengan unsur-unsur bumi dan air, api dan udara yang tidak pernah statis, semoga aku mencapai ksanti pāramitā dengan lengkap.
     
  20. Dengan mengembangkan upaya yang bersemangat (wirya), stabil, penuh kegembiraan, dan bebas dari kemalasan, dengan batin dan tubuh yang terberkahi dengan kekuatan, semoga aku mencapai wirya pāramitā dengan lengkap.
     
  21. Dengan samadhi yang serupa dengan ilusi magis, samadhi yang seperti panglima yang dituruti dengan baik, samadhi yang seperti wajra, semoga aku mencapai dhyana pāramitā dengan lengkap.
     
  22. Dengan secara langsung merealisasikan ketiga pintu pembebasan, persamaan tiga waktu dalam Kesunyataan, tiga jenis pengetahuan, semoga aku mencapai prājña pāramitā dengan lengkap.
     
  23. [Setelah mencapai keadaan] yang dipuji oleh semua Buddha, dengan cahaya dan kemegahan, dengan menggunakan upaya yang bersemangat [yang sempurna] sebagai seorang Bodhisattva, semoga aku [dapat] memenuhi aspirasi makhluk-makhluk lain dan diriku sendiri.
     
  24. Mempraktikan Jalan Bodhisattva dengan cara ini, semoga aku yang telah mendapatkan nama Maitreya (‘cinta kasih’), setelah melengkapi keenam pāramitā, berulang kali kembali ke puncak tingkatan ke-10.
     
  25. Dengan kebajikan yang kuhasilkan dari praktik ini, semoga diriku dan semua makhluk lain, secepat mungkin setelah kami meninggal, akan terlahir kembali di Tushita. Dalam istana yang kaya akan Dharma, semoga kami menjadi putra-putra spiritual dari Raja Dharma yang tak terkalahkan (Maitreya).
     
  26. Penguasa tingkat ke-10, penakluk penguasa di Jambudwipa, ketika Engkau menyabdakan pencapai sepuluh keadaan penuh kekuatan, [semoga kami] menjadi [makhluk] yang pertama kali merasakan amerta ajaran-Mu, semoga aku dapat menyelesaikan semua aktivitas Penakluk dengan lengkap.
     
  27. Segera setelah aku meninggalkan kehidupan sekarang ini, semoga aku terlahir kembali di tanah kegembiraan Tushita, dengan cepat menyenangkan Maitreya Sang Pelindung, semoga Beliau meramalkan pencerahanku.

Nama Sūtra ini dalam bahasa Sanskerta : Arya Maitripranidhanaraja; bahasa Indonesia : Raja Doa-doa Arya Maitreya. Naskah ini diterjemahkan dari bahasa Tibet ke dalam bahasa Inggris oleh Rosemary Patton pada bulan Juli 1999 di bawah bimbingan Yang Mulia Kyabje Dagpo Lama Rinpoche. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia oleh Tim Penerjemah Kadam Choeling Indonesia pada bulan Agustus 2001.

Doa dedikasi terdapat di buku Kidung Manggala Bakti.

Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita Baca Doa Buddha di Aplikasi Sancita
Penjelasan Teks
Doa Arya Maitreya

Share