Arya Chandragomin
Sembah sujudku kepada Manjushri yang senantiasa terlihat muda!
- Kepada Buddha dan Bodhisattva
Bersujudlah dengan penuh rasa hormat dan haturkanlah sebanyak-banyaknya persembahan yang engkau bisa.
Ikrar para Bodhisattva
Yang menetap di segala penjuru sepanjang masa,
- Tumpukan harta karun kebajikan;
Dengan pikiran-pikiran yang unggul,
Dari seorang guru berwawasan luas yang memegang ikrar
Serta memiliki kemampuan, ambillah ikrar ini
- Lalu, dikarenakan ini adalah kebaikan,
Para Buddha dan Bodhisattva,
Dengan pikiran-pikiran bajik mereka,
Akan senantiasa menganggapmu sebagai anak kesayangan mereka
- Apakah untuk orang lain atau dirimu sendiri,
Lakukanlah apa yang mungkin menyakitkan tapi bermanfaat
Dan apa yang bermanfaat serta menyenangkan,
Tapi hindarilah apa yang menyenangkan tapi tak bermanfaat.
- Didorong oleh klesha-klesha yang kuat,
Sehingga membatalkan ikrar-ikrar,
Melakukan empat jenis perbuatan keliru
Sama saja dengan menelan kekalahan.
- Karena kemelekatan untuk mendapatkan keuntungan dan ketenaran,
Engkau memuji diri sendiri dan meremehkan orang lain.
Bagi mereka yang kesusahan karena tidak memiliki pelindung,
Itu diakibatkan oleh sifat kikir, tidak memberikan kekayaan atau pun Dharma.
- Tidak memedulikan orang lain walaupun mereka sudah minta maaf,
Karena kemarahan, menyerang orang lain. Menyangkal ajaran Mahayana,
Dan menguraikan doktrin-doktrin yang menyesatkan.
- Ambil kembali ikrar-ikrar ini.
Akui kesalahan tingkat menengah kepada tiga [orang],
Dan kesalahan lainnya kepada satu orang,
Apakah berhubungan dengan klesha atau tidak, atau kepada diri sendiri secara mental.
- Tidak memberikan ketiga jenis persembahan kepada Sang Triratna.
Mempertahankan pikiran yang dipenuhi nafsu keinginan.
Tidak menunjukkan rasa hormat kepada para senior.
Tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan.
- Tidak menerima undangan.
Tidak menerima emas dan sebagainya.
Tidak memberikan Dharma kepada mereka yang menghendakinya.
Menolak mereka yang moralitasnya telah merosot.
- Tidak melatih diri demi menjaga keyakinan orang lain.
Kurang berjuang demi kepentingan orang lain.
Kalau memiliki welas asih, tidak ada ketidakbajikan [pada 7 ketidakbajikan pertama].
Memiliki mata pencaharian yang tidak benar.
- Tenggelam dalam keasyikan yang berlebihan, tertawa terbahak-bahak dan sebagainya.
Berniat untuk menetap terus di dalam samsara.
Tidak berupaya menghindari reputasi buruk.
Tidak berupaya menasihati orang yang sudah terpengaruh oleh klesha.
- Membalas cacian dengan cacian dan sebagainya.
Mengabaikan mereka yang sedang terbakar amarah.
Tidak menerima permohonan maaf dari orang lain.
Mempertahankan pikiran yang dipenuhi kemarahan.
- Mengejar keuntungan dan ketenaran, menghimpun pengikut.
Tidak menghilangkan kemalasan dan sejenisnya.
Terlibat dalam percakapan tidak berguna dikarenakan kemelekatan.
Tidak mencari cara untuk mengembangkan konsentrasi meditatif.
- Tidak menghilangkan penghalang bagi pencapaian konsentrasi meditatif.
Menikmati sensasi-sensasi yang menyenangkan hasil dari konsentrasi.
Menolak Kendaraan Shrawaka.
Walau sudah memiliki tradisi, mencurahkan diri pada Kendaraan Shrawaka.
- Terlalu mencurahkan perhatian untuk mempelajari teks-teks non-Buddhis. Senang mencurahkan perhatian pada teks- teks non-Buddhis.
Menolak ajaran Mahayana.
Memuji diri sendiri dan meremehkan orang lain.
- Tidak menghadiri sebuah pengajaran Dharma.
Meremehkan guru dan hanya mengandalkan tulisan.
Tidak memberikan pertolongan ketika dibutuhkan.
Tidak melayani orang yang sakit.
- Tidak menghilangkan penderitaan orang lain.
Tidak menunjukkan apa yang pantas kepada mereka yang ceroboh.
Tidak membalas kebaikan yang telah ditunjukkan kepada Anda.
Tidak meringankan kesukaran orang lain.
- Tidak memberikan kekayaan bagi mereka yang mendambakannya.
Tidak memastikan kesejahteraan para pengikut.
Tidak menyesuaikan diri dengan jalan pikiran orang lain.
Tidak memuji kualitas-kualitas baik.
- Tidak mengambil langkah perbaikan ketika situasi menuntut demikian.
Tidak menekan para pelaku kejahatan dan sebagainya dengan mendayagunakan kesaktian.
Kalau Anda memiliki welas asih dan cinta kasih kepada makhluk hidup,
Dan batinmu bajik, maka ini semua bukan merupakan pelanggaran.
"Dua Puluh Bait Ikrar Bodhisattva" telah lengkap.
Bahasa Sanskerta: Bodhisattva-samvara-vimshaka