Kisah Biksu Arya Upasika
&
Putri Cerdas

Manfaat mempersembahkan pelita dan menyokong persembahan pelita

Manfaat mempersembahkan pelita dari Kisah Biksu Arya Upasika dan Putri Cerdas.

Pada suatu ketika ada seorang Raja di Jambudwipa yang mengundang Buddha dan Sangha serta menghormati mereka selama tiga bulan. Di antara kumpulan biksu, ada seorang yang bernama Arya Upasika yang membuat sebuah sumpah: “Semoga saya menjadi seorang tuan pemberi hadiah yang mempersembahkan pelita selama tiga bulan kepada Buddha dan Sangha.” Setiap hari Arya Upasika akan pergi ke kota dan meminta minyak dari pedagang minyak dan perumah tangga.

Raja memiliki seorang putri bernama Putri Cerdas yang melihat Biksu itu sibuk mengunjungi kota setiap hari. Lalu, ia mengirim seorang pria untuk mencari tahu hal ini. Setelah putri mengetahui hal yang dilakukan oleh Biksu, putri tersebut berkenan menyokong kebutuhan Biksu untuk mempersembahkan pelita kepada Buddha dan Sangha.

Kemudian putri itu mengirim pelita minyak dan barang-barang kebutuhan kepada Biksu Arya Upasika yang kemudian pelita tersebut akan dipersembahkan kepada Buddha. Arya Upasika pun memperoleh pikiran awal welas asih.

Buddha membuat ramalan: “Oh Bhiksu, di masa yang akan datang, ketika berkalpa-kalpa tak terhitung telah terlewati, engkau akan menjadi Buddha Dipankara dianugerahi dengan tiga puluh dua tanda.”

Ketika putri ini mendengar ramalan ini, dia berpikir: "Tetapi sayalah yang mempersiapkan minyak dan barang-barang kebutuhan. Mengapa dia yang memperoleh ramalan itu dan saya tidak?” Pergi menghadap Buddha, dia bertanya kepadaNya mengenai hal ini. Buddha kemudian memberinya ramalan berikut ini: “Putri Cerdas, di waktu yang akan datang, ketika sembilan puluh satu kalpa telah terlewati, engkau akan menjadi Buddha Sâkyamuni dan dianugerahi dengan tiga puluh dua tanda.”

Kolofon:

Disadur dari bab 38 Sutra tentang Yang Bijak dan Yang Dungu (Sutra of the Wise and the Foolish)


Share