“Aku ingin kaum perempuan di Center [KCI] menjadi
perempuan-perempuan yang kuat. Bukan kuat secara fisik, melainkan kuat secara mental.”
–Suhu Bhadra Ruci
Kami memanggil para anggota perempuan KCI dengan sebutan “Srikandi”.
Sebutan srikandi terinspirasi dari tokoh pewayangan Jawa, yaitu sosok dewi panglima perang Pandawa. Kisah Srikandi tak luput dari keberaniannya untuk menaklukkan dirinya hingga memasuki medan perang.
Para perempuan Indonesia mengemban banyak stigma negatif di masyarakat. Perempuan sudah menikah diamanahi untuk menjaga keseimbangan karier dan keluarga, harus jadi ibu sempurna bagi anak-anaknya. Sedangkan, perempuan lajang berjuang keras mencari pasangan hidup demi menjaga kesuburannya. Di sisi lain, masalah berpakaian, bereproduksi dan mental semakin menekan para perempuan untuk mengekspresikan diri dalam ruang publik. Pada akhirnya, konflik batin banyak dihadapi perempuan, harus memilih antara mendahulukan hal-hal di atas atau perkembangan batinnya.
Para anggota perempuan KCI berasal dari berbagai umur dan profesi, memiliki latar kehidupan yang beda-beda. Kami ingin memberi mereka ruang untuk berekspresi dan mengembangkan keberanian untuk menaklukkan dirinya.
MENGUBAH DUNIA TENTU SULIT, TAPI MENGUBAH BATINNYA SAAT MENGHADAPI MASALAH BISA JADI JALAN LEBIH BAIK.
Proses mengubah batin harus dilalui secara bertahap dan perlu didampingi agar mereka merasa aman dan nyaman menghadapi perubahan batin itu.
Ikatan Perempuan KCI adalah kelompok pendamping selama masa pembelajaran dan praktik mengolah batin. Kelompok ini dibawahi oleh praktisi perempuan KCI yang telah berpengalaman.
Susanti, Penanggung Jawab IPKCI
Menjadi praktisi Dharma di KCI sejak tahun 2005, Susanti juga menerima sertifikasi dan pelatihan Hipnoterapi di Adi W. Gunawan Institute (AWGI). Saat ini, ia tengah menjalani perannya sebagai istri dan berkarir di KCI.
IPKCI menyediakan berbagai kelas dan pelatihan bagi para perempuan untuk mengembangkan kebijaksanaan dan welas asihnya.
Para perempuan bisa mendiskusikan atau mengali inspirasi seputar keluarga, karir, pertemanan dan praktik spiritual dalam ruang ini.
Kelas & seminar untuk menguatkan kepercayaan diri dan menambah pengetahuan lainnya untuk menunjang kemandirian batin dan hidup.
Beberapa anggota harus membagi perannya di keluarga, tapi bukan jadi kendala karena kami menyediakan proyek kebajikan untuk mengoptimalkan waktu luangnya.
Selain melestarikan budaya nusantara, workshop ini ditujukan untuk mengikat kembali hubungan kita dengan para leluhur & nilai yang membentuk Indonesia.
Syarat & ketentuan:
Perempuan punya modal dan kekuatan lebih dalam mengembangkan welas asih. Jika perempuan berhasil mengatasi permasalahan hidupnya dan mengenal potensi dirinya yang tersembunyi, ia akan menjadi tak terbatas seperti Srikandi.
Jika kamu sudah siap mengarungi perjalanan menjadi Srikandi,
Hubungi Kami