PUJA TAHAPAN MENGHALAU MARA (Tib.: Sernying Dudog) adalah upaya untuk menghalau berbagai bentuk malapetaka, halangan, kemalangan, dan bencana melalui pelafalan Sutra Penyempurnaan Kebijaksanaan (Sutra Hati atau Prajnaparamita).
Sernying berasal dari kata shes rab nyingpo (Prajna Paramita) artinya penyempurnaan kebijaksanaan. Sedangkan dudog berasal dari kata du artinya mara dan dog artinya membalikkan. Melalui penyempurnaan kebijaksanaan, Sang Buddha membalikkan mara atau hal-hal yang tidak menyenangkan/ tidak kondusif bagi praktik kita.
Dalam Puja ini, bersama-sama akan dilantunkan ribuan Sutra Hati untuk menghalau mara (segala gangguan spiritual yang menghalangi kita memperoleh kelahiran yang baik serta pencerahan).
Sutra Hati (Chi.: Xinjing (心經)) diajarkan oleh Sang Buddha dalam segala bahasa di puncak bukit Burung Nazar di Rajagraha, setahun setelah pencerahannya. Sang Buddha mengajarkan Sutra Penyempurnaan Kebijaksanaan dalam beberapa versi; beberapa sepanjang seratus ribu bait atau sloka, sementara yang lainnya lebih singkat. Sutra Hati adalah versi yang sangat ringkas namun lengkap.
Sutra ini berisikan cara untuk merealisasikan penyempurnaan kebijaksanaan atau pemahaman kesunyataan mendalam secara langsung. Melalui praktik Sutra Penyempurnaan Kebijaksanaan, maka semua Buddha di masa lampau, sekarang, dan akan datang telah, sudah dan akan mencapai pencerahan. Pernyataan ini dapat ditemukan di dalam Sutra tersebut, yang isinya antara lain, “Semua Buddha yang berdiam secara sempurna di ketiga masa dengan bertumpu pada penyempurnaan kebijaksanaan meraih pencerahan yang tak tertandingi, Kebuddhaan yang lengkap dan sempurna.”
Baca penjelasan Sutra Hati dalam buku ini.
Manfaat Melafalkan Sutra Hati
Mempraktikkan Sutra ini akan menghasilkan manfaat yang tak terbatas - manfaat tertingginya adalah pencapaian pencerahan. Namun, bahkan hanya dengan melafalkan Sutra Hati tanpa terlalu paham maknanya dapat membantu kita menghilangkan berbagai penghalang batin dan memurnikan diri dari banyak kesalahan.
Melafalkan Sutra Hati juga dapat mengatasi berbagai penghalang, baik penghalang pribadi maupun masalah yang dihadapi negara, misalnya untuk menyelesaikan masalah seperti banjir, kelaparan, atau badai, Sutra ini seringkali dibaca di berbagai belahan negara. 700 biksu membaca Sutra Hati sebanyak 3 kali dan berhasil memadamkan kebakaran besar di pegunungan dekat Biara Dagpo Tibet.
Pelafalan Sutra Hati ini sangat efektif untuk membantu yang sedang sakit, yang sedang diganggu makhluk halus, ataupun yang sedang menghadapi berbagai jenis masalah. Praktik Sutra Hati juga akan mengembangkan kebijaksanaan kita untuk menghadapi kekacauan hidup. Masa depan yang penuh halangan pun dapat diubah menjadi penuh keberuntungan secara materi maupun spiritual.
Tolak bala biasanya dilakukan oleh Sangha KCI
di awal tahun (sekitar Tahun Baru Imlek)
selama 1–2 minggu lamanya.
Temukan jadwalnya di Kalender atau daftarkan nama dedikasi ke Whatsapp Call Center KCI wa.me/6281573210000