PUJA 400 PERSEMBAHAN UNTUK MENENANGKAN EMPAT MARA (Tib.: Gyashi) adalah menghalau berbagai bentuk malapetaka, halangan, kemalangan, dan bencana melalui penghaturan empat set 100 persembahan yang mengatasi 4 mara pengganggu yang dimiliki manusia:

Di masa Buddha Sakyamuni, para makhluk asura sering kali menyerang alam para dewa yang dipimpin oleh Dewa Indra. Berkat welas asih yang besar kepada Dewa Indra, Buddha Shakyamuni pun mengajarkan Puja Gyashi atas permohonan Bodhisattva Vajrapani. Sang Raja Dewa pun akhirnya terbebaskan dari Sang Mara Kematian.

Apa itu Mara?
Dalam ajaran Buddha, Mara adalah penyebab malapetaka yang kita hadapi di sini sesungguhnya adalah kotoran batin dan karma buruk yang telah kita kumpulkan sejak waktu yang tak bermula dan membuat kita mengalami berbagai penderitaan. Terdapat empat jenis Mara, yaitu:
Mara Skandha merujuk kepada skandha tercemar yang kita miliki yaitu tubuh jasmani dan batin kita. Ini adalah mara internal.
Mara Klesha merujuk kepada faktor-faktor mental pengganggu (tidak bajik) yang kita miliki. Berdasarkan Abhidharma, ada enam klesha utama dan dua puluh klesha sekunder. Ini juga adalah mara internal.
Mara kematian merujuk kepada proses kematian yaitu proses ketika unsur fisik berpisah dengan unsur batin, yang terjadi karena dipengaruhi oleh karma dan klesha. Ini juga adalah mara internal.
Dewa Putra Mara adalah satu-satunya mara eksternal. Secara umum, dapat dipahami bahwa ini adalah tipe makhluk yang tidak suka pada kebajikan dan senang menyakiti makhluk lain. Secara khusus, mereka senang menghalangi praktik spiritual seseorang.
Dari keempat jenis pengertian Mara di atas, hanya ada satu yang benar-benar merupakan makhluk hidup. Sedangkan sisanya yang tiga lagi, bukan. Namun, ketiga Mara yang pertama tersebut justru lebih mengerikan dibandingkan dengan Dewa Putra Mara.
Berunding dengan Mara
Melalui ritual Puja Gyashi ini, kita bernegosiasi dengan empat mara dengan persembahan berupa torma dan sebagainya, manifestasi materi duniawi seperti yang mereka sukai. Setelah menerimanya, kita meminta mereka kembali ke alamnya masing-masing, tidak lagi mengganggu kita, tak lagi menimbulkan bala derita bagi kita.
Arti sebenarnya dari bernegosiasi ini adalah mengakui dan menerima apa adanya bahwa keempat mara ada di dalam batin kita dan mempengaruhi hidup kita. Jadi kita mengundang keempat mara, adalah sebuah pengakuan, satu dari empat kekuatan purifikasi.
Tolak bala biasanya dilakukan oleh Sangha KCI
di awal tahun (sekitar Tahun Baru Imlek)
selama 1–2 minggu lamanya.
Temukan jadwalnya di Kalender atau
daftarkan nama dedikasi ke Whatsapp Call Center KCI wa.me/6281573210000