Mengapa Seseorang bisa
Terlahir Jadi Naga

Alkisah, Raja Naga pernah mengajukan pertanyaan kepada Buddha: “Bhagawan, pada permulaan kalpa, aku tinggal di lautan besar dan Tathagatha Krakucchanda masih ada di dunia. Pada waktu itu, para naga berikut putra-putri mereka hanya berjumlah sedikit, dan dengan demikian pengikutku tak banyak. Sekarang, Bhagawan, jumlah para naga berikut putra-putri mereka sudah tak terhingga. O Bhagawan, apa sebab dari kondisi yang demikian?”

Jawaban yang diberikan oleh Buddha kepada Raja Naga: “Wahai Raja Naga, ada makhluk-makhluk yang telah melepas dunia dan melatih sila, namun mereka tak benar-benar menyempurnakan sila-silanya. Praktik mereka tak sepenuhnya sempurna karena ritual mereka merosot, mata pencaharian mereka merosot, dan sila mereka juga merosot. Tapi, pandangan mereka tetap benar. Jadi, meski setelah mati mereka tak terlahir kembali sebagai makhluk neraka, mereka akan terlahir kembali sebagai naga.”

Dalam kisah ini, Buddha merujuk pada praktik sila. Praktik sila tak hanya mencakup sila kebiaraan yang dijalankan oleh anggota Sangha, tapi juga merujuk pada tindakan menghindari perbuatan salah, yang tak mesti tercakup dalam daftar sila. Ritual merujuk pada perilaku, baik perilaku sehari-hari maupun perilaku setelah mengambil ikrar penahbisan. Ritual pentahbisan yang merosot mencakup cara makan, berjalan, dsb. Perilaku sehari-hari yang merosot merujuk pada mata pencaharian yang keliru. Pandangan yang merosot merujuk pada pandangan yang menafikan hukum karma. Bagi pihak yang tidak menjaga 3 hal pertama namun masih mempertahankan pandangan benar terhadap hukum karma, mereka akan terlahir kembali di alam naga setelah mati.

Dikisahkan lebih lanjut bahwa selama periode Buddha Krakucchanda, 980 juta perumah tangga dan mereka yang melepas keduniawian terlahir sebagai naga karena ritual, mata pencaharian, dan sila yang merosot. Selama periode Buddha Kanakamuni, jumlahnya mencapai 640 juta orang. Selama periode Buddha Kasyapa, jumlahnya mencapai 800 juta orang. Selama periode Buddha Shakyamuni, 990 juta orang telah dan akan terlahir kembali sebagai naga. Meskipun terlahir kembali sebagai naga, namun karena keyakinan terhadap ajaran yang tak merosot, kelak setelah mati nanti, mereka akan terlahir kembali sebagai dewa atau manusia. Bahkan, terkecuali bagi mereka yang sudah memasuki Mahayana, seluruh naga dengan keyakinan yang tak merosot ini akan memasuki nirwana pada kalpa yang beruntung.

Sumber:

Artikel lengkap dapat dibaca di dagporinpoche.id
Transkrip lengkap dapat dibaca dalam buku “Karma dan Akibatnya”.

Share