“Saya menghaturkan persembahan dengan indah kepada samudera tanda agung, kepada Triratna tanpa cela dan putera Buddha, supaya saya dapat mencapai batin mulia yang berharga.”
—Teks Puja 1000 Persembahan Kepada Yang Mulia Tsongkhapa Sang Pemenang
Penghaturan 1.000 Persembahan kepada Sang Raja Dharma Je Tsongkhapa (Tib.: Je Rinpoche Tongchoe) adalah praktik penghormatan dan persembahan ekstensif kepada Je Tsongkhapa melalui tata cara Guru Puja yang berhubungan dengan Tantra.
Dalam berbagai sutra, tantra, dan teks komentar para Guru disebutkan bahwa seseorang harus membuat persembahan kepada guru sebagaimana jumlah butiran pasir di sungai Gangga, maka perlu untuk membuat seribu, sepuluh ribu, atau seratus ribu persembahan dari bahan apapun. Meskipun demikian, para mahaguru punya kebiasan menyebutnya sebagai ‘seribu persembahan’.
Kita menyiapkan 1.000 set persembahan, yaitu masing-masing 1.000 mangkuk air minum, basuh, bunga, dupa, lilin, wewangian, dan makanan); torma; toril; mantra; namaskara; dan pradaksina. Bagi yang berniat untuk mengumpulkan kebajikan besar, penting untuk membuat persembahan seberagam mungkin yang bisa kita buat seperti: delapan jenis bahan keberuntungan, tujuh benda agung, tiga lapis jubah wiku, mangkok meradai (patra), tongkat jalan wiku (khakkhara), kipas, pengibas-ekor (cāmara), dan lain-lain.
Peserta puja Je Rinpoche Tongchoe secara luar wajib mengenakan pakaian yang bersih, secara dalam wajib melakukan vegetarian (vegan) murni sebelum puja, yaitu tidak menyantap daging, minuman keras, bawang putih, bawang merah, lobak, telur, dan lainnya. Secara rahasia, kita harus memeditasikan penawar dari tiga racun penderitaan.
Kapan melakukan Je Rinpoche Tongchoe?
Je Rinpoche Tongchoe dlilakukan pada hari-hari besar yang berkaitan dengan Je Tsongkhapa atau di momen-momen khusus lainnya, seperti: